ZONAUTARA.com – Konsumsi rutin minuman manis seperti soda hingga minuman berenergi dapat meningkatkan risiko demensia dan menurunkan kesehatan otak jangka panjang. Menurut Madeline Peck, RDN, gula berlebih yang dikonsumsi dalam bentuk cair bisa memperburuk faktor risiko seperti tekanan darah tinggi dan diabetes.
Minuman manis dikenal sebagai ‘gula cair’ yang tidak mengandung protein, serat, atau lemak, sehingga menyebabkan lonjakan gula darah secara cepat. Diana Dibblee, RD, menjelaskan bahwa lonjakan ini bisa memicu resistensi insulin. Otak yang bergantung pada sinyal insulin untuk energi dan memori bisa mengalami penurunan fungsi kognitif serius bila proses ini terganggu.
Kesehatan otak membutuhkan aliran oksigen dan nutrisi stabil melalui pembuluh darah. Konsumsi berkepanjangan minuman manis kerap dikaitkan dengan obesitas dan hipertensi yang dapat menyempitkan dan mengeraskan pembuluh darah ke otak, mengganggu sirkulasi, dan mempercepat penurunan kognitif.
Menurut Maggie Moon, M.S., RDN, dominasi kalori harian dari minuman manis mengurangi konsumsi makanan padat nutrisi seperti beri, sayuran hijau, kacang-kacangan, dan ikan kaya omega-3 serta antioksidan. Mengganti minuman manis dengan air mineral atau minuman bernutrisi disarankan sebagai investasi kesehatan otak jangka panjang.
Konsumsi chronic minuman berpemanis diketahui juga meningkatkan risiko diabetes tipe 2, terutama pada usia muda. Studi juga mengaitkan kebiasaan konsumsi dengan efek buruk lainnya seperti dehidrasi akibat cafein yang terkandung dalam beberapa minuman manis.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

