ZONAUTARA.com – Kelompok pemberontak Houthi melayangkan peringatan keras kepada Amerika Serikat (AS) pada Senin lalu, dengan menegaskan bahwa AS akan menerima “balasan yang menyakitkan” jika terlibat langsung dalam perang di Yaman. Peringatan ini muncul di tengah kabar bahwa Arab Saudi meminta bantuan dari Washington.
Eskalasi konflik di Yaman kembali meningkat sejak Juli lalu. Kelompok Houthi yang didukung Iran menyerang berbagai infrastruktur strategis Arab Saudi, termasuk fasilitas minyak, kapal tanker, dan pusat transportasi penerbangan. Serangan ini mengguncang stabilitas pasar energi global dan memperkeruh krisis di Timur Tengah.
Ancaman Houthi ini mencuat setelah Presiden AS, Donald Trump, menyatakan bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan untuk bergabung dalam serangan militer bersama koalisi Arab Saudi. Langkah ini menyusul serangan mematikan di Bandara Internasional King Khalid yang menewaskan 13 orang dan melukai ratusan lainnya.
“Houthi berperilaku sangat buruk. Sangat buruk. Tidak bagus,” ujar Trump pada hari Senin.
Menanggapi pernyataan Trump, anggota biro politik Houthi, Mohammed Al Bukhaiti, menegaskan komitmen untuk membalas setiap aksi militer yang melibatkan AS. “Jika AS terlibat dalam agresi melawan Yaman, kami tidak akan ragu untuk mengambil keputusan merespons. Sebaliknya, akan ada balasan yang cepat dan menyakitkan yang menargetkan AS dan seluruh kepentingannya di kawasan,” tegasnya dalam wawancara dengan AFP.
Bukhaiti juga memperingatkan masyarakat sipil dan pekerja di lokasi strategis Arab Saudi untuk menjauh dari fasilitas tersebut, karena tempat-tempat itu telah menjadi target yang sah. Ketegangan di Riyadh meningkat dengan aktivitas rudal balistik Houthi yang terus diintersepsi oleh koalisi militer pimpinan Arab Saudi.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

