ZONAUTARA.com – Pakar hubungan internasional menguraikan faktor-faktor di balik serangan kelompok Houthi ke Riyadh, Arab Saudi. Konflik internal di Yaman serta peran Arab Saudi yang mendukung pemerintahan Yaman menjadi pemicunya. Menurut Teuku Rezasyah, pakar dari President University, Houthi memandang Saudi sebagai pihak yang mencampuri urusan internal Yaman melalui dukungannya terhadap pemerintahan Presiden Mansour Hadi.
Rezasyah menjelaskan, Houthi menentang intervensi asing di Yaman dan mengkritik koalisi Saudi yang melancarkan serangan ke wilayah mereka. “Dalam pandangan Houthi, Saudi mendukung Arab Spring yang menjatuhkan Presiden Ali Abdullah Saleh dan pemerintahan Hadi yang tak mampu mengatasi masalah pengangguran dan ketimpangan ekonomi,” kata Rezasyah.
Hikmahanto Juwana, Guru Besar Hukum Internasional dari Universitas Indonesia, menambahkan bahwa serangan Houthi juga dipengaruhi oleh persepsi bahwa Saudi lebih dahulu menyerang wilayah mereka. Selain itu, konflik ini terkadang dianggap sebagai bagian dari persaingan geopolitik antara Iran yang mendukung Houthi dan Saudi yang didukung Amerika Serikat.
Rezasyah menyarankan Indonesia untuk mengambil peran melalui forum multilateral seperti Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Gerakan Non-Blok dalam upaya meredakan konflik. Hikmahanto memberikan rekomendasi agar Indonesia bergerak dalam langkah diplomatik untuk menurunkan intensitas serangan dan membuka dialog melalui pertemuan darurat.
Langkah diplomasi ini diharapkan dapat menghentikan serangan dan mencegah eskalasi konflik lebih lanjut. “Langkah diplomasi tersebut diharapkan dapat mendorong penghentian serangan dan mencegah konflik regional semakin meluas,” ujarnya.
Diolah dari laporan Detik – Berita.

