Korsel Pertimbangkan Ekspansi Militer ke Timur Tengah

Korea Selatan pertimbangkan ekspansi militer ke Timur Tengah di bawah tekanan AS hadapi Iran.

Redaktur AI
Penulis:
Foto: CNBC Indonesia – News

ZONAUTARA.com – Korea Selatan (Korsel) sedang mempertimbangkan untuk memperluas operasi militernya di Timur Tengah. Langkah ini diambil di tengah tekanan dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump agar Seoul memberikan dukungan dalam menghadapi konflik dengan Iran. Salah satu opsi yang dicanangkan adalah memperluas wilayah operasi unit antipembajakan Cheonghae hingga mendekati Selat Hormuz.

Mengutip laporan surat kabar Kyunghyang Shinmun pada Kamis (15/10/2026), pemerintah Presiden Lee Jae Myung mempertimbangkan untuk memperluas operasi unit tersebut ke Teluk Oman, yang berdekatan langsung dengan Selat Hormuz. Selain itu, Seoul juga mempertimbangkan untuk mengirimkan kapal fregat guna memperkuat misi tersebut, meskipun laporan tersebut tidak menyebutkan sumber informasinya secara eksplisit.

Kementerian Pertahanan Korea Selatan menyatakan kepada Reuters bahwa pemerintah sedang mempertimbangkan kemungkinan mengajukan permohonan kepada parlemen untuk memperpanjang masa tugas unit Cheonghae, yang direncanakan akan berakhir pada 31 Desember 2026.

“Belum ada keputusan yang dibuat mengenai rincian perpanjangan operasi unit anti-pembajakan tersebut,” kata kementerian, dikutip Jumat (16/10/2026).

Unit Cheonghae sendiri telah beroperasi di Teluk Aden sejak 2009 dengan misi utama anti-pembajakan dan melindungi pelayaran. Menurut YTN, unit tersebut terdiri dari satu kapal perusak berbobot 4.400 ton, satu helikopter maritim, hingga tiga perahu karet, serta sekitar 300 personel militer.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Korsel mengungkapkan situasi keamanan di Teluk Aden semakin memburuk dengan meningkatnya aktivitas pembajakan dibanding tahun sebelumnya. Kondisi ini menjadi salah satu pertimbangan tambahan bagi Seoul dalam mengevaluasi kelanjutan misi, meskipun belum ada keputusan final mengenai perluasan wilayah operasinya.




Pemerintahan Lee juga berada di bawah tekanan dari Trump, yang sebelumnya mengkritik Seoul karena dinilai kurang memberikan dukungan terkait konflik dengan Iran. Meski demikian, Presiden Lee pada 18 September menegaskan bahwa Korea Selatan tidak akan mengerahkan aset militernya ke Timur Tengah secara sembarangan yang dapat menyeret negara ke dalam konflik, namun tetap terbuka untuk peran yang lebih besar dalam menjaga keamanan jalur pelayaran di kawasan itu.

Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com