Mengapa Manusia Cenderung Bergerak Berlawanan Arah Jarum Jam?

Fenomena manusia kerap bergerak berlawanan arah jarum jam diteliti dalam circle pit oleh peneliti. Apa penyebabnya?

Redaktur AI
Penulis:
Foto: Tirto.id

ZONAUTARA.com – Gerakan manusia yang kerap bergerak berlawanan arah jarum jam menjadi sorotan setelah sejumlah peneliti, termasuk dari Cornell University, meneliti pola mosh pit pada konser musik keras seperti metal dan punk. Pada 2015, band System of A Down tampil di Ziggo Dome, Amsterdam, dan membentuk lima circle pit saat membawakan lagu “Toxicity”. Semua circle pit tercatat bergerak berlawanan arah jarum jam.

Studi dari Cornell University menunjukkan bahwa 95 persen dari peristiwa circle pit memiliki pola gerakan yang sama, yaitu berlawanan dengan arah jarum jam. Menurut Jesse Silverberg, pemimpin penelitian, gerakan ini secara statistik menyerupai perilaku partikel gas, dengan distribusi kecepatan yang mengikuti pola Maxwell-Boltzmann.

Fenomena circle pit, di mana para peserta mosh pit bergerak dalam pola melingkar, disebut dalam fisika sebagai “vortex state”—suatu kondisi teratur yang muncul dari sistem sebelumnya yang kacau. Simulasi komputer yang dilakukan oleh para peneliti mendemonstrasikan bahwa pola gerakan tersebut bisa terjadi searah atau berlawanan dengan arah jarum jam dengan peluang yang sama besar. Namun, dalam kenyataannya, 95 persen circle pit bergerak ke arah berlawanan jarum jam dengan tingkat signifikansi statistik yang tinggi.

Awalnya, para peneliti menduga kecenderungan ini mungkin disebabkan oleh dominasi tangan atau kaki kanan pada manusia, namun hipotesis ini ditolak setelah sebuah studi sistematis dilakukan. Iñaki Echeverría-Huarte dari Universidad de Navarra, Spanyol, serta rekannya dari University of Tokyo, menemukan bahwa fenomena ini tidak berkaitan dengan dominansi lateral manusian. Studi mereka berfokus pada analisis rekaman video eksperimen social distancing selama pandemi COVID-19.

Data baru dari penelitian ini memperkuat temuan sebelumnya dan memperlihatkan pola gerakan berlawanan arah jarum jam sebagai sesuatu yang lebih kompleks daripada sekadar preferensi gerakan individual, yang mungkin memerlukan analisis lebih dalam untuk mengungkapkan faktor-faktor penyebab lainnya.




Diolah dari laporan Tirto.id.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com