ZONAUTARA.com – Kanker payudara masih menjadi salah satu jenis kanker yang paling sering didiagnosis pada perempuan di seluruh dunia. Meskipun tidak ada satu jenis makanan tunggal yang dapat mencegah kanker secara mutlak, riset medis secara konsisten menunjukkan bahwa pilihan nutrisi harian memegang peranan penting dalam menekan risiko penyakit tersebut.
Spesialis onkologi sekaligus ahli gizi klinis, Natalie Ledesma, membagikan empat jenis buah yang memiliki bukti ilmiah paling kuat dalam membantu menurunkan risiko kanker payudara. Mengingat mayoritas masyarakat masih belum memenuhi kecukupan asupan buah harian, memasukkan daftar buah berikut ke dalam menu sehari-hari menjadi langkah awal yang sangat dianjurkan.
Apel, meskipun kerap kalah populer dibandingkan buah-buahan eksotis yang berwarna mencolok, sebenarnya kaya akan kandungan polifenol tinggi. Kulit apel khususnya kaya akan senyawa triterpenoid yang dalam berbagai penelitian terbukti mampu memperlambat pertumbuhan sel tumor serta memicu kematian sel pada sel kanker payudara tipe triple-negative. Apel dapat dikonsumsi langsung bersama kulitnya, dipotong untuk campuran salad, atau dicampur ke dalam bubur gandum (oatmeal).
Kelompok buah beri seperti blueberry, stroberi, rasberi, dan blackberry memiliki profil nutrisi yang sangat tinggi. Selain kaya serat, buah beri sarat akan kandungan fitonutrien dan polifenol. Bukti ilmiah menunjukkan bahwa profil nutrisi ini berperan aktif dalam menekan risiko kanker payudara. Buah beri segar maupun beku dapat ditambahkan ke dalam yogurt, adonan pancake, hingga smoothie.
Buah ceri mengandung sifat antiinflamasi (antiperadangan) yang kuat, yang diyakini berkontribusi pada perlindungan terhadap sel kanker. Buah ini dapat dinikmati secara langsung dalam kondisi segar atau dijadikan campuran bahan untuk grain bowl, salad buah, dan parfait.
Buah-buahan kering seperti kismis, kurma, buah ara (fig), dan prun seringkali dihindari karena tingkat kepadatan kalorinya, namun bukti medis terbaru menunjukkan bahwa buah kering layak masuk dalam pola makan pelindung kanker. Kismis dapat ditambahkan ke dalam adonan roti atau oatmeal, sedangkan potongan prun dapat dicampurkan ke dalam hidangan olahan unggas.
Di samping memilih jenis buah yang tepat, pakar menekankan pentingnya mengonsumsi buah secara utuh dibandingkan dalam bentuk jus buah, sebab manfaat perlindungan yang sama tidak ditemukan pada minuman jus. Rekomendasi kesehatan juga menekankan agar masyarakat mengurangi konsumsi daging merah dan menggantinya dengan sumber protein lain seperti unggas, ikan, dan kacang-kacangan. Mengganti satu porsi daging merah harian dengan alternatif protein tersebut dapat menurunkan risiko kanker payudara hingga 16%.
Penyusunan pola makan yang kaya variasi buah dan sayuran, terutama yang kaya akan karotenoid seperti wortel dan labu, menjadi strategi nutrisi terbaik berbasis bukti ilmiah untuk menekan risiko kanker secara menyeluruh.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

