ZONAUTARA.com – Memahami bahaya radikalisme dan separatisme menjadi salah satu upaya untuk menjaga kerukunan di tengah masyarakat. Hal ini menjadi fokus penyuluhan yang digelar Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun 2026 Kodim 1301/Sangihe bagi warga Kampung Tanaki, Kecamatan Siau Barat Selatan, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Kamis (22/10/2026).
Sekitar 40 warga mengikuti penyuluhan yang berlangsung di Aula Kantor Kampung Tanaki tersebut. Materi disampaikan Pasi Ter Kodim 1301/Sangihe, Letda Inf Philip J. Umbur.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran paham yang berpotensi memecah belah persatuan, sekaligus memperkuat sikap toleransi dan menjaga kerukunan di lingkungan masing-masing.
Pemahaman mengenai bahaya radikalisme dan separatisme diharapkan dapat membantu warga lebih bijak dalam menyikapi berbagai pengaruh yang mengancam persatuan. Kesadaran untuk menjaga toleransi dan menghormati perbedaan juga menjadi bagian penting dalam mempertahankan kehidupan masyarakat yang rukun.
“Penyuluhan tersebut merupakan bagian dari sasaran nonfisik program TMMD ke-130 Kodim 1301/Sangihe yang dilaksanakan di Kampung Tanaki,” kata Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD ke-130, Letkol Czi Nazarudin.
“Selain pembangunan fisik, program ini turut menyasar peningkatan wawasan masyarakat melalui edukasi yang berkaitan dengan kehidupan sosial dan kebangsaan.”
Kegiatan ini juga dihadiri Kapitalau Kampung Tanaki, Dekson Labang, bersama tokoh agama dan perangkat kampung.
Melalui penyuluhan tersebut, Satgas TMMD berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Upaya ini menjadi salah satu bentuk kontribusi TMMD dalam mendukung kehidupan masyarakat yang harmonis, dengan menempatkan pengetahuan dan kesadaran warga sebagai bagian dari pembangunan desa.

