ZONAUTARA.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia pada Kamis, 22 Oktober 2026 mencatat kenaikan sebesar 59,54 poin atau 1,12% menjadi 5.387,91. Penguatan IHSG ini sebagian besar dipicu oleh saham-saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dianggap memiliki fundamental yang kuat.
Pengamat Pasar Modal Nefo Handojo mengungkapkan bahwa kenaikan ini menunjukkan kuatnya fundamental saham di Bursa Efek Indonesia, termasuk saham-saham BUMN. “Secara umum valuasi saham memang murah dan begitu juga dengan saham-saham BUMN, jadi penurunan lebih karena faktor di luar fundamental saham di BEI yang menurut pandangan saya lebih wajar dengan indeks di atas 7.000,” ujarnya di Jakarta, Kamis (22/10).
Nefo juga menyoroti ketidakpastian mengenai kebijakan MSCI yang masih menjadi sumber tekanan bagi pasar, meskipun fundamental perusahaan yang tetap kuat dinilai sebagai penopang daya tarik saham Indonesia. “Jadi selama fundamental perusahaan masih mendukung, penurunan indeks akan terbatas,” imbuh Nefo.
Sementara itu, Chief Executive Officer Danantara Indonesia Rosan Roeslani melihat koreksi saham di pasar sebagai peluang investasi jangka panjang. “Kami melihat justru ini momen, kalau kita lihat valuasi dari perusahaan-perusahaan kita, termasuk BUMN itu valuasinya sangat boleh dikatakan rendah pada saat ini karena terjadinya koreksi,” kata Rosan di Gedung BEI, Jakarta.
Menurut Rosan, fundamental perbankan yang kuat dan stabil membuat sektor ini menarik bagi investor. “Danantara selalu melihat investasi itu sebagai long term investment bukan sebagai investor in and out,” tegasnya. Ia juga menilai bahwa pergerakan saham yang fluktuatif lebih dipengaruhi oleh faktor teknikal dan nonfundamental.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

