ZONAUTARA.com – Kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, semakin pekat dalam beberapa hari terakhir. Hal ini dijelaskan oleh Bupati Kotim, Halikinnor, yang menyebut sejumlah faktor seperti munculnya titik api baru, asap yang dibawa angin dari wilayah lain, dan kondisi lahan gambut setelah hujan ringan sebagai penyebab utama. “Jadi, kita melihat kondisi tiga hari terakhir ini memang sepertinya asap agak menebal, lebih pekat, khususnya di daerah perkotaan, Kecamatan Baamang dan Mentawa Baru Ketapang,” ungkap Halikinnor saat meninjau lokasi karhutla di Jalan Pramuka Gang Sahabat, Sampit, Jumat.
Kondisi kabut asap yang semakin pekat menimbulkan perhatian serius karena berdampak pada keselamatan masyarakat. Tercatat pada Kamis lalu, sejumlah kecelakaan lalu lintas terjadi akibat gangguan jarak pandang akibat kabut asap tersebut. Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kotim, pada pukul 07.00 WIB, jarak pandang hanya sekitar lima meter dengan kecepatan angin nol kilometer per jam.
Halikinnor menjelaskan bahwa hujan yang turun setelah operasi modifikasi cuaca (OMC) berpengaruh pada keluarnya asap dari lahan gambut yang masih terbakar di bawah permukaan tanah. “Mungkin OMC berpengaruh juga, sehingga dengan terkena hujan yang tidak begitu lebat itu, karena kita daerah gambut, begitu ada air ada hujan sedikit asapnya keluar,” ujarnya. Menurutnya, kondisi lahan gambut memungkinkan api bertahan di lapisan bawah sehingga menambah kepulan asap ketika hujan tidak terlalu lebat.
Selain itu, kebakaran baru juga ditemukan di kawasan perkotaan, meskipun sejumlah titik sebelumnya telah berhasil dipadamkan. Halikinnor mencontohkan kebakaran di Gang Sahabat yang terjadi pada Kamis sore. Api dengan cepat merambat dan berpotensi meluas ke area semak belukar yang belum terbakar. Ia menginstruksikan tim pemadam untuk memastikan pemadaman di lokasi tersebut berjalan optimal guna mencegah api kembali menyala.
Upaya pemadaman ini menjadi fokus pemerintah daerah untuk mengendalikan situasi. “Makanya hari ini kita fokus lagi di sini. Api ini baru sebenarnya. Jadi, kita mulai pemadaman titik apinya sampai pendinginannya,” jelas Halikinnor.
Diolah dari laporan Antara – Top News.

