ZONAUTARA.com – Sebanyak 154 atlet dari 42 sekolah dan kontingen mengikuti Znergy Student Cup 2026 yang diselenggarakan pada 23–24 Oktober 2026, di Kolam renang Bagas Raya Yadika yang berada di Jalan AKD, Kopandakan II, Kabupaten Bolaang Mongondow. Kejuaraan renang pelajar ini menjadi wadah kompetisi sekaligus pembinaan atlet usia dini hingga pelajar tingkat menengah di Bolaang Mongondow Raya (BMR).
Berdasarkan data pendaftaran yang panitia berikan, peserta resmi terdiri atas 101 atlet putra dan 53 atlet putri. Jumlah tersebut tidak memasukkan Celicia Hillary karena berstatus sebagai atlet sparring partner, bukan peserta resmi.

Para peserta berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK/PAUD, SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA. Peserta terbanyak berasal dari jenjang SD/MI, dengan 105 atlet. Selanjutnya, terdapat 29 atlet dari SMP/MTs, 15 atlet dari SMA/SMK/MA, dan lima atlet dari TK/PAUD.
Dari 42 sekolah dan kontingen yang berpartisipasi, MIS Alkhairaat Mogolaing menjadi penyumbang atlet terbanyak dengan 29 peserta. Posisi berikutnya ditempati MIS Baitul Makmur Kotamobagu dengan 14 atlet dan SD Islam Terpadu An-Nahl Kotamobagu dengan 13 atlet.
MTsN 2 Kotamobagu dan SD Katolik Christi Regis masing-masing mengirimkan sembilan atlet, sedangkan SD Islam Green Montessori mengikutsertakan enam atlet. Sekolah lainnya mengirimkan peserta dengan jumlah bervariasi, mulai dari satu hingga lima atlet.
Keikutsertaan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan tersebut memberikan ruang bagi atlet untuk menguji kemampuan, memperoleh pengalaman bertanding, serta mengembangkan mental dan kedisiplinan dalam olahraga renang.

78 nomor lomba dijadwalkan selama dua hari
Berdasarkan rancangan buku acara, Znergy Student Cup 2026 menjadwalkan 78 nomor lomba selama dua hari pelaksanaan, yakni 23 dan 24 Oktober 2026. Total terdapat 112 seri pertandingan.
Pada hari pertama, 23 Oktober, terdapat 46 nomor lomba dengan nomor acara 101–146. Sementara itu, hari kedua, 24 Oktober, dijadwalkan mempertandingkan 32 nomor dengan nomor acara 201–232.
Nomor yang dipertandingkan mencakup lima kategori gaya renang, yakni gaya bebas, gaya punggung, gaya dada, gaya kupu-kupu, dan gaya ganti. Panitia juga menjadwalkan nomor gaya bebas menggunakan fins atau kaki katak serta nomor renang menggunakan papan untuk kelompok usia tertentu.
Nomor lomba dibagi berdasarkan kelompok usia dan jenjang pendidikan, termasuk TK/PAUD, kelas 1–2 SD, kelas 3–4 SD, kelas 5–6 SD, SMP, dan SMA.
Dari 78 nomor yang dijadwalkan, 76 nomor tercatat memiliki peserta. Dua nomor lainnya tidak diikuti atlet, yaitu nomor 132 untuk 25 meter gaya dada putri TK/PAUD dan nomor 218 untuk 25 meter gaya bebas putri TK/PAUD.
Pembagian nomor berdasarkan kelompok usia dan jenjang pendidikan memberikan kesempatan bagi peserta untuk berkompetisi sesuai kategori yang ditetapkan dalam buku acara.

Meilany Najoan soroti semangat atlet pemula
Ketua Panitia Znergy Student Cup 2026, Meilany Joice Najoan, menilai antusiasme peserta, termasuk anak-anak usia dini, menjadi salah satu hal yang berkesan dalam kejuaraan tersebut.
Menurut Meilany, peserta pemula tidak semata-mata berfokus pada kemenangan, tetapi juga menunjukkan semangat untuk menyelesaikan tantangan yang mereka hadapi selama perlombaan.
“Kalau untuk peserta pemula, saya melihat mereka belum berpikir menang atau kalah. Yang saya lihat adalah semangat, api yang membara, dan bagaimana mereka bisa menyelesaikan misi ini,” ujar Meilany.
Ia menilai antusiasme anak-anak tersebut perlu ditampung melalui wadah pembinaan yang berkelanjutan. Menurutnya, kesempatan berolahraga penting agar anak-anak dapat mengembangkan kemampuan, kedisiplinan, dan potensi yang mereka miliki.
Meilany berharap pembinaan tidak hanya berhenti pada pengalaman mengikuti perlombaan. Dengan pendampingan yang tepat, anak-anak berpeluang mengembangkan keterampilan hingga dapat menekuni olahraga secara profesional, termasuk menjadi pelatih atau instruktur pada masa mendatang.
“Olahraga ini olahraga profesi, bukan sekadar hobi. Karena itu, anak-anak yang memiliki minat dan kemampuan perlu mendapatkan wadah agar mereka bisa terus berkembang,” katanya.
Meilany juga mengapresiasi kehadiran orang tua yang mendampingi anak-anak selama perlombaan. Baginya, dukungan keluarga menjadi bagian penting dari perjalanan seorang atlet, terutama ketika anak pertama kali mengikuti kompetisi.
Ia mengingat pengalamannya ketika anaknya pertama kali mengikuti perlombaan. Pengalaman tersebut membuatnya memahami bagaimana orang tua menyimpan doa, harapan, dan cita-cita saat menyaksikan anak berusaha menyelesaikan tantangan.
Menurut Meilany, anak-anak perlu diberikan kesempatan untuk menghadapi persoalan dan belajar mencari jalan keluar, bukan selalu dijauhkan dari kesulitan.
“Anak jangan hanya diberikan kemudahan, tetapi juga diberi hikmat untuk menyelesaikan masalah,” tuturnya.

Sistem dan kekompakan menjadi perhatian panitia
Selain menyoroti semangat peserta, Meilany mengapresiasi kerja sama tim Znergy dalam menyelenggarakan kejuaraan. Ia menilai keterbukaan dalam menghadapi persoalan, kekompakan sumber daya manusia, serta pemahaman terhadap sistem dan prosedur menjadi unsur penting bagi kelancaran sebuah organisasi.
Menurutnya, penyelenggaraan kegiatan olahraga membutuhkan tim yang mampu berkoordinasi dan merespons persoalan yang muncul selama kegiatan.
“SDM, sistem, dan pemahaman terhadap SOP menjadi hal utama. Kalau tiga hal ini kita miliki, organisasi akan berjalan lebih lancar,” kata Meilany.
Ia berharap sistem dan prosedur yang diterapkan dalam Znergy Student Cup dapat menjadi referensi bagi penyelenggaraan kompetisi serupa di daerah lain di Sulawesi Utara, termasuk Minahasa Raya.
Meilany, yang berasal dari Minahasa Utara, berharap semakin banyak putra daerah mengambil peran dalam pengembangan olahraga di Sulawesi Utara.
“Saya berharap pemimpin-pemimpin ke depan adalah putra daerah. Saya juga berharap kegiatan seperti ini bisa dibuat di Minahasa Raya. Sistem dan prosedur yang dimiliki Znergy bisa menjadi contoh untuk dikembangkan di sana,” ujarnya.
Ia menegaskan pentingnya membangun tradisi dan ekosistem olahraga melalui kerja bersama. Menurutnya, pihak yang merintis kegiatan perlu memastikan upaya tersebut dapat dilanjutkan dan dikembangkan oleh generasi berikutnya.
“Kita ini perintis, pelopor, bukan pewaris. Jadi, mari kita kembangkan apa yang sudah kita rintis,” katanya.

Federasi Akuatik dorong kompetisi berkelanjutan
Dukungan terhadap Znergy Student Cup 2026 juga disampaikan Ketua Federasi Akuatik Indonesia Kabupaten Bolaang Mongondow, Coach Muhammad Triasmara Akub.
Ia menilai kemajuan olahraga renang membutuhkan kolaborasi antara klub, induk organisasi olahraga, dan pemerintah. Kerja sama tersebut diperlukan agar pembinaan atlet dapat berjalan secara berkelanjutan.
Triasmara berharap kejuaraan renang pelajar seperti Znergy Student Cup dapat dilaksanakan lebih sering. Kompetisi yang rutin dinilai dapat memberikan pengalaman bertanding sekaligus menjaga kesinambungan pembinaan atlet.
“Sudah saatnya klub, induk olahraga, dan pemerintah bersama-sama mendorong kemajuan renang di Sulawesi Utara, khususnya di Bolaang Mongondow,” ujarnya.
Ia juga berharap kolaborasi yang terbangun dalam penyelenggaraan kejuaraan ini terus berlanjut. Dukungan pemerintah daerah dinilai penting untuk memperluas kesempatan bagi anak-anak dan pelajar mengembangkan kemampuan di cabang olahraga renang.
Selain kompetisi, Triasmara menyoroti kebutuhan fasilitas olahraga renang yang memadai di wilayah Bolaang Mongondow. Menurutnya, fasilitas bertaraf nasional dapat membantu memperluas jangkauan pembinaan dan memberikan kesempatan lebih merata bagi atlet di BMR.
“Semoga ke depan fasilitas cabang olahraga renang bertaraf nasional dapat dibangun di wilayah Bolaang Mongondow. Kami ingin pembinaan atlet di BMR lebih merata,” katanya.
Ia menilai keberadaan fasilitas yang memadai, jika didukung program pembinaan jangka menengah dan jangka panjang, dapat membantu atlet daerah meningkatkan kemampuan dan bersaing di tingkat nasional.
Pemerataan fasilitas dan kesempatan berlatih juga diperlukan agar pembinaan tidak hanya terpusat pada wilayah atau klub tertentu. Dengan demikian, anak-anak dari berbagai daerah memiliki peluang untuk mengembangkan potensinya.

Atlet senior terlibat sebagai wasit dan juri
Menagar Znergy Aquatic Club, Fadhilah Rizky, menjelaskan bahwa salah satu hal yang menjadi perhatian dalam Znergy Student Cup 2026 adalah keterlibatan atlet senior yang telah memiliki pengalaman dan prestasi hingga tingkat nasional.
Menurut Fadhilah, para atlet senior turut mendukung pelaksanaan kejuaraan dengan bertugas sebagai wasit dan juri. Mereka di antaranya Abdullah Azzam Bangga, Taufik Mokodompit, Moh Fabian Laoh, dan Alvi Mamonto.
“Yang spesial di event Znergy kali ini adalah atlet-atlet senior yang prestasinya sudah sampai tingkat nasional ikut mendukung sebagai wasit dan juri,” ujar Fadhilah.
Selain atlet senior, penyelenggaraan perlombaan melibatkan pelatih dan sumber daya manusia dari lingkungan Znergy serta klub Blue Elite.
Dalam struktur teknis perlombaan, Coach Dwi Pujiastuti Akub bertugas sebagai technical delegate, sedangkan Coach Zefanya In Christo Tambuwun menjadi ketua perlombaan. Taufik Mokodompit bertugas sebagai referee atau wasit utama.
Sejumlah pelatih turut membantu sebagai perangkat pertandingan, antara lain Agrelia Mamuaja, Tisya Mokoginta, Emir Akub, dan Cepi Akub.
Keterlibatan perangkat pertandingan menjadi bagian penting dalam memastikan perlombaan berjalan sesuai aturan. Dalam olahraga renang, referee bertanggung jawab mengawasi jalannya perlombaan sesuai kewenangannya, sementara juri dan petugas teknis menjalankan tugas masing-masing berdasarkan peraturan yang berlaku.
Kehadiran atlet senior dan pelatih berpengalaman juga membuka ruang berbagi pengetahuan bagi sumber daya manusia yang lebih muda. Pengalaman mereka dapat menjadi bekal bagi generasi berikutnya untuk memahami aspek teknis dan tata kelola kompetisi.

Regenerasi sumber daya manusia akuatik BMR
Fadhilah turut menyoroti keterlibatan pelajar SMP dan SMA yang telah menjalankan peran sebagai asisten pelatih. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bagian dari upaya menyiapkan regenerasi sumber daya manusia dalam dunia akuatik di Bolaang Mongondow Raya.
Regenerasi olahraga tidak hanya berkaitan dengan munculnya atlet baru, tetapi juga keberlanjutan peran pelatih, wasit, juri, dan tenaga teknis yang mendukung perkembangan olahraga renang.
Melalui lingkungan latihan dan kompetisi, pelajar yang memiliki minat dapat mulai mengenal tanggung jawab lain dalam ekosistem olahraga. Mereka tidak hanya belajar meningkatkan kemampuan sebagai atlet, tetapi juga memahami pentingnya aturan, kedisiplinan, dan kerja sama.
Fadhilah berharap penyelenggaraan kompetisi seperti Znergy Student Cup dapat terus berlanjut dan mendapat dukungan pemerintah daerah sehingga pembinaan atlet dan pengembangan sumber daya manusia berjalan beriringan.
“Harapannya, ke depan kegiatan seperti ini bisa rutin dilaksanakan dan menjadi agenda pemerintah daerah untuk mendukung anak-anak,” katanya.
Bagi Znergy, keberlanjutan kompetisi menjadi salah satu aspek penting dalam memberikan ruang bagi pelajar untuk berlatih, mengukur perkembangan kemampuan, dan memperoleh pengalaman bertanding.
Di sisi lain, keterlibatan atlet senior, pelatih, wasit, dan juri dapat mendukung proses pembelajaran bagi generasi yang akan melanjutkan pembinaan olahraga renang di BMR.
Dukungan klub, federasi, pemerintah, sekolah, dan orang tua diperlukan agar kesempatan tersebut tidak berhenti pada satu kejuaraan. Melalui kompetisi yang berkelanjutan, pembinaan yang konsisten, serta fasilitas yang memadai, atlet muda daerah diharapkan memiliki kesempatan lebih besar untuk berkembang dan bersaing di tingkat nasional.

