ZONAUTARA.com – Benyamin S Award (BSA) tahun 2026 dimanfaatkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai momentum strategis untuk menata informasi publik, termasuk menyusun peta wisata dan data terpadu. Kepala Biro Kerja Sama Daerah Setda Provinsi DKI Jakarta, Tona Hutauruk, mengatakan bahwa setelah penilaian kompetisi kelurahan selesai, pemerintah akan meluncurkan panduan dan data publik terpadu untuk mempermudah wisatawan dan warga dalam mendapatkan informasi fasilitas umum.
“Jadi nanti akan diterbitkan peta wisata Jakarta, kemudian data taman mana yang beroperasi 24 jam dan secara baik secara bagaimana, data kebersihan sampah,” ujar Tona. Seluruh informasi tersebut akan diintegrasikan ke dalam satu platform data bersama. Langkah ini bertujuan memberikan akses informasi cepat dan akurat bagi industri pariwisata serta warga yang mencari ruang terbuka hijau.
Pengumpulan data ini dilakukan bersamaan dengan seleksi BSA yang menyaring 10 kelurahan dari total 267 di DKI Jakarta. Dalam penilaiannya, dewan juri tidak hanya menilai berdasarkan keindahan fisik, tetapi juga bagaimana aparatur kelurahan memanfaatkan teknologi dan mengelola lingkungan.
Kehadiran platform data terpadu ini mendukung transformasi Jakarta menuju kota global berbasis keterbukaan informasi. Pemerintah daerah berharap pengelolaan data yang rapi dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan. Asisten Pemerintahan Sekda DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko, menyatakan penguatan kapasitas kelurahan adalah fokus utama arahan dari Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.
Rangkaian BSA dimulai sejak September 2026, dengan 52 peserta awal yang disaring menjadi 10 finalis. Kelurahan finalis antara lain Kebon Sirih, Kelapa Gading Timur, dan Sukabumi Utara. Pemenang BSA akan diumumkan pada Malam Puncak Benyamin S Award yang dijadwalkan pada 30 Oktober mendatang.
Diolah dari laporan CNN Indonesia – Nasional.

