ZONAUTARA.com – Seorang tentara Ukraina berhasil diselamatkan menggunakan pesawat nirawak atau drone setelah bertahan selama 491 hari di posisi garis depan medan perang. Operasi penyelamatan ini menjadi contoh bagaimana teknologi drone semakin mengubah strategi peperangan modern. Kejadian ini berlangsung di wilayah Kharkiv.
Melansir Reuters, video yang dirilis Brigade Serbu ke-92 Ukraina memperlihatkan sebuah drone mengangkut tentara yang terluka, melintasi udara. Sejumlah prajurit terlihat memantau proses evakuasi tersebut dan saling memberikan selamat setelah misi penyelamatan berhasil diselesaikan.
Tentara yang diselamatkan bernama Kostiantyn Vlasenko, berusia 49 tahun. Kepada Reuters, Vlasenko mengaku sempat merasa tidak akan pernah keluar hidup-hidup setelah menghabiskan 491 hari di garis depan, sebagian besar waktunya seorang diri. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengatakan telah menganggap dirinya seperti orang yang sudah terkubur hidup-hidup.
Vlasenko merupakan prajurit Brigade Mekanis ke-30 Ukraina yang tetap bertahan di posisinya meskipun mengalami cedera kaki parah. Ia menceritakan bahwa pasukan Rusia mengira dirinya sudah tewas. Untuk bertahan hidup, ia bersembunyi di sebuah ruang ketel yang sangat sempit hingga akhirnya berhasil dievakuasi pada Oktober 2026.
Namun, operasi penyelamatan tersebut meninggalkan duka. Vlasenko mengungkapkan bahwa dua tentara lainnya tewas ketika berusaha menjangkau dan menyelamatkannya. Ia menggambarkan suara drone yang datang menjemputnya sebagai “dengungan penyelamatan”, suara yang akan terus ia kenang sepanjang hidupnya.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.

