ZONAUTARA.com – Badan Gizi Nasional (BGN) telah mengambil tindakan tegas dengan mencopot kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bogor dan Cirebon akibat kasus keracunan massal. Sebanyak 417 orang di Dramaga, Bogor dan 426 di Cirebon mengalami keracunan setelah mengkonsumsi menu Makanan Bergizi Gratis (MBG). Sudaryono, selaku pejabat BGN, menyatakan bahwa kelalaian yang disengaja menjadi pemicu keracunan tersebut.
Sudaryono mengatakan, “Terkait kasus kejadian menonjol di Bogor dan beberapa tempat sebelumnya, jujur saja saya sedih dan menyesalkan adanya kejadian tersebut. Terkait kasus Bogor, kami sudah kirim tim dan saya sudah berkoordinasi dengan Bupati, Kapolres, dan Dandim di Bogor.” Ia menekankan bahwa kejadian ini dipicu oleh pembelian bahan makanan jadi yang kualitasnya tidak terkontrol.
Dalam penjelasannya, Sudaryono menjelaskan bahwa di Cirebon, keracunan disebabkan oleh pembelian telur puyuh matang yang kebersihannya tidak terjamin, sedangkan di Bogor, bumbu kacang sate yang dibeli sebagai barang jadi menjadi penyebabnya. “Ini sedang kami periksa. Terkait nyawa dan kesehatan, saya tidak main-main,” tegasnya lagi.
Lebih lanjut, Sudaryono menyatakan bahwa kepala dapur terkait telah dicopot, dan ahli gizi serta ahli keuangan yang terlibat juga dipecat. “Tim investigasi sudah dikirim, CCTV diperiksa. Kepala dapur sudah saya copot, serta ahli gizi dan ahli keuangannya saya pecat. Dapur di-suspend untuk diinvestigasi,” ungkap Sudaryono.
BGN menegaskan bahwa program MBG seharusnya bergizi dan menyehatkan serta menyatakan tidak ada toleransi bagi siapapun yang membahayakan kesehatan masyarakat. “MBG ini Makanan Bergizi Gratis, jadi harus menyehatkan, bukan bikin orang sakit,” kata Sudaryono. Kasus keracunan ini telah mendatangkan perhatian dan mendorong langkah investigasi dan aksi preventif dari pemerintah.
Diolah dari laporan Detik – Berita.

