ZONAUTARA.com – Arus lalu lintas di sekitar Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, kembali normal setelah massa yang melakukan aksi demonstrasi pada Rabu (28/10/2026) malam, membubarkan diri. Aktivitas lalu lintas kembali lancar sekitar pukul 20.10 WIB setelah sempat terhenti karena adanya aksi massa yang tergabung dalam Komite SADAR.
Berdasarkan pantauan di lokasi, kendaraan dari arah Jalan Jenderal Sudirman menuju Thamrin, serta dari Jalan Imam Bonjol dan Kebon Kacang, kini sudah bisa melintas seperti biasa. Meskipun demikian, aparat kepolisian masih tampak berjaga dan melakukan penyisiran di area yang sebelumnya dipadati oleh massa demonstran.
Massa aksi mulai membubarkan diri setelah hujan deras melanda lokasi sekitar pukul 19.10 WIB. Sebelumnya, mahasiswa dari Universitas Pembangunan Veteran Jakarta (UPNVJ), Rafif Luqmanul, mengungkapkan bahwa demonstrasi ini bertujuan menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah, termasuk penanganan serius terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.
“Kebakaran [hutan dan lahan] di Indonesia itu tuh tidak atas [kejadian] alam begitu saja, tapi ada dalang-dalang yang membuatkan kebakaran hutan separah itu, bahkan terorganisir gitu,” ujar Rafif. Selain itu, massa juga mendesak penguatan supremasi sipil dan hukum agar Indonesia tidak kembali ke era yang tidak demokratis.
Tuntutan lain yang disampaikan terdiri dari lima poin, termasuk menetapkan status karhutla sebagai bencana nasional, mengadili korporasi yang bertanggung jawab, serta menghentikan militarisasi di ruang sipil. Menurut Kesha Lovato, mahasiswa dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, ketidakseriusan pemerintah dalam menangani karhutla menjadi alasan utama kemarahan masyarakat. “Kenapa pemerintah sama sekali tidak mau mengakui bencana karhutla ini sebagai bencana nasional?” katanya.
Diolah dari laporan Tirto.id.

