ZONAUTARA.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengadakan pelepasan 3.030 lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) dan lembaga kursus dan pelatihan (LKP) untuk mengikuti program magang dan bekerja di luar negeri. Program ini bertujuan memperluas akses kebekerjaan serta meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus) Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, menyatakan bahwa program tersebut bertujuan memberi kesempatan kepada lulusan pendidikan vokasi untuk mendapatkan pengalaman kerja internasional serta meningkatkan kompetensi sesuai tuntutan pasar kerja global. “Ini merupakan upaya untuk memperluas akses kebekerjaan dan pengalaman kerja internasional bagi lulusan SMK dan LKP, yang diharapkan dapat meningkatkan kompetensi sekaligus daya saing serta kesiapan lulusan dalam memenuhi tuntutan dunia kerja internasional,” ungkap Dirjen Tatang.
Tatang mengungkapkan bahwa dari total 3.030 peserta, sebanyak 1.530 orang merupakan lulusan dari 231 SMK di 26 provinsi, dengan rincian 1.066 peserta mengikuti program magang dan 464 peserta mengikuti program bekerja di luar negeri. Di antara mereka, 450 peserta berasal dari 32 SMK di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Selain itu, program ini juga melibatkan 1.500 lulusan LKP dari 17 lembaga di tiga provinsi, yakni DIY, Jawa Tengah, dan Nusa Tenggara Barat. Para peserta akan ditempatkan di berbagai negara dengan kompetensi dan kebutuhan bahasa beragam, seperti negara-negara di Eropa, Jerman, Jepang, Turki, Bulgaria, Korea Selatan, Malaysia, hingga kawasan Timur Tengah.
Tatang menambahkan, program ini adalah kelanjutan dari upaya Kemendikdasmen membuka akses kerja luar negeri bagi lulusan pendidikan vokasi, setelah sebelumnya lebih dari 10 ribu lulusan SMK dan LKP diberangkatkan untuk bekerja di luar negeri. “Alhamdulillah, sampai saat ini berarti sudah mencapai lebih dari 13 ribu lulusan SMK dan LKP yang bekerja di luar negeri,” tuturnya.
Diolah dari laporan Antara – Top News.

