ZONAUTARA.com – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu di DKI Jakarta menggalakkan inisiatif wisata bebas sampah melalui pemilahan dan pengolahan sampah di tingkat rumah tangga serta pemulihan ekosistem laut. Langkah ini bertujuan untuk mewujudkan pariwisata berkelanjutan di wilayah tersebut.
Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan, menekankan bahwa sampah tidak lagi dipandang sebagai beban, namun sebagai sumber daya yang bisa diolah dan dimanfaatkan kembali. Terdapat tiga aspek utama dalam pembangunan lingkungan berkelanjutan: pariwisata bebas sampah, pengembangan ekosistem bahari, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Melalui Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026, 100 persen rumah di Kepulauan Seribu telah melakukan pemilahan sampah. Pengembangan konsep zero waste juga diterapkan di Pulau Pramuka dan Pulau Bidadari. Inisiatif ini bertujuan menciptakan kawasan wisata bersih tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.
Selain itu, upaya pemulihan ekosistem laut terus dilakukan melalui perbaikan terumbu karang, transplantasi, dan pemanfaatan bambu sebagai rumah ikan. Hal ini diharapkan menjaga keberlanjutan sumber daya laut sebagai daya tarik utama Kepulauan Seribu.
Pemberdayaan ekonomi masyarakat diwujudkan melalui keterlibatan warga dalam ekonomi sirkular, meliputi pemilahan dan pengolahan sampah untuk menghasilkan produk bernilai tambah seperti pupuk dan briket biomasa untuk energi alternatif.
Muhammad Fadjar Churniawan menyatakan bahwa Pulau Pramuka dijadikan percontohan sebagai “Pulauku Nol Sampah” untuk mendorong gerakan bebas sampah dari rumah tangga menuju kawasan wisata. Sejak 1 Agustus 2026, Kepulauan Seribu tidak lagi mengirim sampah ke TPST Bantargebang, sebagai bagian dari komitmen terhadap lingkungan bersih dan lestari.
Diolah dari laporan Antara – Top News.
