ZONAUTARA.com – Korea Utara, di bawah arahan Kim Jong Un, baru-baru ini melakukan uji coba sistem persenjataan baru berupa hulu ledak bom klaster yang ditujukan untuk dipasang pada rudal balistik taktis. Uji coba ini menunjukkan bahwa senjata tersebut dapat menghancurkan area seluas 12 hingga 13 hektare pada tingkat kepadatan ledakan tertinggi.
Melansir Reuters, uji coba ini dilaksanakan oleh lembaga penelitian ilmu pertahanan Korea Utara dan bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan adaptasi tempur serta daya hancur dari hulu ledak bom klaster. Hasilnya, hulu ledak bom klaster standar Type 2 mampu mencapai target pengrusakan yang signifikan.
Pejabat dari Administrasi Rudal Korea Utara menjelaskan bahwa hulu ledak tersebut terbagi dalam empat kategori, meskipun tidak ada rincian lebih lanjut mengenai masing-masing kategori. Sementara itu, laporan dari Korea Central News Agency (KCNA) menyebutkan bahwa Korea Utara berencana untuk menggunakan seluruh varian bom ini di unit militer mereka pada akhir tahun 2026, menyesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan operasi militer.
Pengujian ini terjadi di tengah rangkaian unjuk kekuatan militer Korea Utara yang meningkat dalam beberapa pekan terakhir, termasuk uji coba rudal dan pameran drone. Beberapa analis menilai ini sebagai bagian dari upaya Korea Utara untuk memodernisasi militernya, setelah terlibat dalam peperangan modern di Ukraina membantu Rusia.
Bom klaster sendiri dikenal sebagai salah satu jenis senjata konvensional paling kontroversial dalam hukum humaniter internasional, dikarenakan dampaknya terhadap warga sipil. Meskipun tidak dilarang secara universal, penggunaannya diharamkan bagi negara yang menjadi pihak dalam Konvensi Bom Klaster 2008.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.
