Bentrokan Memanas di Manipur, Lima Warga Suku Kuki Meninggal

Bentrokan antaretnis di Manipur, India, memanas, menewaskan lima warga suku Kuki. Konflik berkepanjangan dan protes meluas di wilayah tersebut.

Redaktur AI
Penulis:
Foto: CNBC Indonesia – News

ZONAUTARA.com – Bentrokan antaretnis di negara bagian Manipur, India bagian timur laut, kembali memanas dengan jatuhnya korban jiwa. Menurut laporan dari Reuters, lima orang dari komunitas suku Kuki tewas dalam dua insiden terpisah. Kejadian ini terjadi di tengah protes yang menuntut pembatalan kesepakatan gencatan senjata antara kelompok bersenjata Kuki dan pemerintah India.

Dari pernyataan kepolisian yang dikutip pada Minggu (1/11/2026), tiga pria dari suku Kuki tewas dalam baku tembak dengan kelompok bersenjata tak dikenal di Distrik Noney pada Sabtu (31/10/2026). Selain itu, dua pria Kuki lainnya yang dilaporkan hilang sebelumnya, ditemukan tewas di Distrik Kangpokpi pada Minggu pagi setelah pencarian intensif oleh aparat keamanan.

Organisasi utama komunitas Kuki menuding kelompok separatis Naga sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pembunuhan ini. Mereka menyebut insiden tersebut sebagai “serangan langsung tanpa provokasi” di wilayah yang dipandang sebagai tanah air komunitas Kuki. Pembunuhan itu terjadi di tengah protes massal di ibu kota negara bagian, Imphal, dan beberapa wilayah lainnya, di mana para demonstran mendesak pembatalan gencatan senjata dengan kelompok bersenjata Kuki.

Konflik antara komunitas Kuki dan Naga, yang mayoritas beragama Kristen, sudah lama dipicu oleh klaim wilayah etnis. Kekerasan kembali meruncing setelah dugaan serangan terhadap seorang pria Naga oleh beberapa orang dari komunitas Kuki pada Februari 2026. Ketegangan lebih lanjut dipicu oleh pembunuhan tiga pendeta Kuki pada Mei lalu, yang diduga dilakukan kelompok bersenjata Naga, sehingga memicu rangkaian aksi penculikan dan pembunuhan balasan.

Sejak Mei 2023, komunitas Kuki juga terlibat konflik dengan kelompok Meitei yang mayoritas beragama Hindu, terkait perselisihan mengenai akses terhadap manfaat ekonomi dan kuota pekerjaan. Kekerasan ini telah menyebabkan lebih dari 300 orang meninggal dan memaksa puluhan ribu warga mengungsi, dengan lebih dari 60.000 orang masih tinggal di tempat penampungan sementara. Kekerasan terbaru ini memunculkan kekhawatiran atas meluasnya konflik di Manipur.

Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com