ZONAUTARA.com – Daging tiruan yang dicetak dengan teknologi tiga dimensi (3D) asal Israel kini mulai mengisi rak-rak supermarket di Amerika Serikat. Produk ini diperkenalkan oleh Perfecta Premium Plant-Based Meat, anak usaha dari Steakholder Foods Ltd (STKH). Melalui kerja sama dengan KeHE Distributors, produk ini telah meluncur di berbagai supermarket di kawasan Timur Laut AS.
Produk awal yang diluncurkan meliputi daging tiruan berbasis nabati dari ayam, sapi, hingga makanan laut. Varian spesifik antara lain adalah stik marmer, filet mignon, dada ayam, serta patty ikan putih dan salmon. Semua produk tersebut tersedia dalam kondisi beku dan dibuat menggunakan teknologi khusus dari pabrik yang berlokasi di Ness Ziona, Israel. Produk ini dapat dijumpai di New York, New Jersey, Pennsylvania, Massachusetts, dan Virginia.
CEO Steakholder Foods, Arik Kaufman, menyatakan, “Peluncuran kami di Amerika Serikat Timur Laut merupakan langkah maju yang menarik karena Perfecta mulai menjangkau konsumen melalui rak ritel untuk pertama kalinya. Kami yakin kategori berbasis nabati siap untuk generasi produk baru yang memberikan rasa dan pengalaman makan tanpa kompromi.” Kaufman menambahkan bahwa mereka memiliki rencana untuk memperluas distribusi guna memenuhi permintaan konsumen yang meningkat.
Informasi gizi produk, seperti satu porsi stik marmer buatan Perfecta seberat 8,8 ons, terdiri atas 220 kalori, 26 gram protein, 26 gram karbohidrat, 3,5 gram lemak, serta 1.030 mg natrium yang setara 45% dari asupan harian, dan 10 gram serat. Meskipun menarik, produk ini tidak cocok bagi penderita alergi gandum atau kedelai.
Harga setiap paket makanan inovatif dari Perfecta ini berkisar sekitar US$ 10 atau Rp 180.000. Sebelumnya, Steakholder Foods juga telah memasarkan produk serupa di Israel dan Taiwan, dan pada tahun 2023, perusahaan mengumumkan rencana untuk membuat belut cetak 3D berbahan nabati. Selain itu, ada perusahaan lain seperti Revo Foods dari Austria yang memproduksi makanan laut nabati dan Novameat dari Spanyol yang fokus pada daging merah nabati tiruan.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.
