ZONAUTARA.com – Lana Nusseibeh, calon Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dari Uni Emirat Arab, memuji Indonesia sebagai salah satu penggerak penting dalam mendukung multilateralisme dan kepentingan negara berkembang. Dalam pernyataannya melalui media sosial X, Nusseibeh menegaskan, “Indonesia telah lama menjadi salah satu suara yang kuat dalam memperjuangkan multilateralisme dan kepentingan negara-negara berkembang di Perserikatan Bangsa-Bangsa,” yang dipantau dari Jakarta, Senin.
Nusseibeh juga menyatakan dukungan terhadap pendirian Indonesia, yang menekankan bahwa Sekjen PBB selanjutnya harus dapat mengedepankan hukum internasional dan menyatukan negara-negara dunia. Ia menggarisbawahi pentingnya reformasi yang bermakna demi manfaat nyata bagi seluruh negara anggota.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, melalui akun media sosial X pada 31 Oktober, memastikan bahwa Indonesia terus memantau pemilihan Sekjen PBB, terutama pasca-jajak pendapat ketujuh di Dewan Keamanan PBB pada 30 Oktober. Kemlu RI menilai keikutsertaan Nusseibeh dalam pencalonan ini menunjukkan dinamika dalam proses pemilihan Sekjen PBB.
Indonesia juga mengharapkan agar pemimpin baru PBB mampu menguatkan dan menyuarakan kepentingan negara-negara berkembang serta mendorong penerapan hukum internasional dan reformasi di tubuh PBB. Kemlu RI menekankan pentingnya seorang pemimpin yang dapat menyatukan bangsa-bangsa dunia di masa kritis ini.
Proses pemilihan Sekjen PBB saat ini masih terus berlangsung setelah jajak pendapat terakhir di Dewan Keamanan PBB berakhir tanpa hasil konklusif. Hasil yang bocor menunjukkan Rebeca Grynspan dari Kosta Rika dan Rafael Grossi dari Argentina sebagai kandidat yang mendapatkan dukungan suara terbanyak. Masa jabatan Antonio Guterres sebagai Sekjen PBB akan berakhir tahun ini, dan penggantinya dijadwalkan menjabat mulai 1 Januari 2027.
Diolah dari laporan Antara – Top News.
