ZONAUTARA.com – Sebuah peristiwa unik terjadi di Pengajian Rutin Ahad Pahing PCNU Konawe Selatan, Sulawesi Utara, di mana seorang pendakwah, Gus Faruq, menyampaikan ceramah selama 90 menit dari dalam kubur. Prosesi ini berlangsung di Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum, Desa Cialam Jaya, Kecamatan Konda, pada Minggu (1/11).
Yazidurrozaq, salah satu pengurus Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Konsel, mengonfirmasi bahwa ceramah tersebut memang dilakukan dari dalam kubur selama 1,5 jam. Prosesi unik itu melibatkan pendakwah yang terlebih dahulu dipakaikan kain kafan, kemudian dimasukkan ke dalam liang lahat.
Menurut Yazid, liang lahat tersebut ditutup dengan papan dan ditimbun tanah, di atasnya juga dibuat gundukan tanah serta dipasangi nisan layaknya makam pada umumnya. Ia menekankan bahwa tidak ada lubang udara di dalam liang lahat, kecuali kabel mikrofon yang digunakan untuk menyampaikan ceramah keluar dari tempat itu. “Bahkan ada gundukan tanahnya dan ada nisannya juga. Bisa dipastikan tidak ada lubang udara, hanya kabel mikrofon saja yang keluar,” jelas Yazid.
Pendakwah tersebut menyampaikan ceramah dimulai dari saat prosesi mengenakan kain kafan, dimasukkan ke dalam liang lahat, hingga digali kembali. Keseluruhan rangkaian tersebut tercatat berlangsung selama 1,5 jam, dan dihadiri oleh banyak jamaah yang merasa penasaran dengan cara dakwah yang tidak biasa ini.
Peristiwa ini menjadi perhatian luas dan merupakan bagian dari kegiatan rutin keagamaan di wilayah tersebut. Meskipun unik, cara penyampaian dakwah ini menunjukkan kekayaan tradisi dan variasi metode dakwah di Indonesia.
Diolah dari laporan Detik – Berita.
