ZONAUTARA.com – Penyakit lambung yang dikenal sebagai Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) seringkali dianggap sebagai gangguan ringan. Namun, kondisi ini seharusnya tidak dianggap remeh. Para ahli kesehatan mengingatkan bahwa GERD berpotensi menimbulkan komplikasi serius yang dapat mengganggu kualitas hidup sehari-hari.
Prof. Dr. Fahrial Syam, Sp.PD, K-GEH, Konsultan Penyakit Lambung dan Pencernaan, menyarankan agar pasien GERD bergejala berat segera berkonsultasi dengan dokter. Gejala serius tersebut meliputi muntah parah, muntah darah, BAB berwarna hitam, penurunan berat badan drastis, serta pucat akibat anemia. “Karena memang mungkin juga terjadi perdarahan yang tersembunyi, yang kita bilang hanya dibuktikan dengan lab, itu juga harus segera ke rumah sakit,” ujarnya.
Prof. Fahrial yang juga Ketua Pengurus Besar Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia (PB PGI) menyebutkan bahwa asam lambung tidak hanya terbatas menyerang kerongkongan. Gejala lain GERD dapat menjalar ke bagian tubuh lainnya seperti rasa ngilu pada gusi, telinga berdengung, hidung tersumbat, hingga sesak napas jika asam mencapai saluran pernapasan.
Ia menyoroti fenomena pasien yang seringkali tergesa-gesa mendatangi Instalasi Gawat Darurat (IGD) dengan harapan mendapatkan suntikan penurun asam lambung. “Ketika mengalami kondisi itu, yang mesti diingatkan pasien tenang saja,” tambah Prof. Fahrial, mengingatkan bahwa kondisi tenang dapat membantu mengurangi serangan GERD.
Prof. Fahrial juga memberikan panduan hidup sehat bagi penderita GERD untuk menjaga kesehatan fisik dan mental. Pengaturan pola makan dengan makanan rendah lemak dan mengurangi stres dapat menjadi langkah awal penanggulangan GERD.
Diolah dari laporan Media Indonesia.
