ZONAUTARA.com – Perdana Menteri Belgia, Bart De Wever, memutuskan untuk mengundurkan diri setelah perdebatan mengenai anggaran negara sebesar Rp 203 triliun berakhir tanpa kesepakatan. Bart De Wever secara resmi telah mengajukan pengunduran dirinya kepada Raja Philippe pada hari Senin. Meski demikian, Raja Belgia menunda keputusan tersebut dan berencana melakukan konsultasi lebih lanjut dengan para pemimpin partai koalisi, seperti disampaikan oleh Istana Kerajaan dalam pernyataan di platform media sosial X.
Menurut laporan lembaga penyiaran publik VRT, De Wever bertemu dengan Raja di Brussel selama lebih dari 90 menit guna membahas kebuntuan anggaran ini. Ketegangan antara koalisi lima partai mencuat akibat adanya defisit anggaran negara sebesar 10 miliar euro (Rp 203 triliun), terutama melibatkan partai sosialis Flemish Vooruit dan Gerakan Reformis (MR) yang berbahasa Prancis.
De Wever sebelumnya menolak untuk memasuki tahun baru dengan status anggaran sementara, meskipun hal tersebut memungkinkan pemerintah untuk tetap beroperasi di bawah kerangka pengeluaran sebelumnya. Di bawah sistem konstitusional Belgia, Raja dapat menolak pengunduran diri PM dengan harapan anggota koalisi dapat sepakat dalam waktu yang lebih lama.
Ditambah lagi, kebuntuan ini mengikuti krisis politik serupa yang terjadi di akhir 2025. Saat itu, pemerintah sempat meminta tambahan waktu 50 hari dari Raja sebelum mencapai kesepakatan penghematan sebesar 9,2 miliar euro (Rp 186,76 triliun) pada 24 November tahun lalu.
Pengunduran diri De Wever mencerminkan tantangan politik di Belgia dalam mengelola defisit dan mencapai kesepakatan anggaran dalam koalisi multipartai.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.
