ZONAUTARA.com – Kehadiran program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun 2026 di Kampung Tanaki, Kecamatan Siau Barat Selatan, Kabupaten Kepulauan Sitaro, tidak hanya membawa agenda pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat.
Hal itu terlihat dari antusiasme siswa-siswi SD dan SMP bersama masyarakat Kampung Tanaki yang menyambut kedatangan Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) PJO TMMD, Rabu (4/11/2026). Anak-anak sekolah menampilkan tarian adat sebagai bentuk ungkapan sukacita atas kehadiran rombongan.

Siswa-siswi SD dan SMP bersama masyarakat Kampung Tanaki yang menyambut kedatangan Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) PJO TMMD, Rabu (4/11/2026)
Di balik penampilan tersebut, tersimpan gambaran kedekatan masyarakat dengan program pembangunan yang sedang berlangsung di kampung mereka.
Bagi warga Tanaki, TMMD bukan sekadar kegiatan pembangunan yang dilaksanakan dalam kurun waktu tertentu. Program ini membawa harapan akan perubahan kondisi kampung, mulai dari akses jalan yang lebih baik hingga ketersediaan fasilitas dasar yang menunjang kehidupan sehari-hari.
Dansatgas TMMD ke-130 Kodim 1301/Sangihe, Letkol Czi Nazarudin, S.T., M.I.P., menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dan antusiasme masyarakat Kampung Tanaki terhadap pelaksanaan program TMMD.
“Kami sangat mengapresiasi sambutan positif dan antusiasme masyarakat Kampung Tanaki. Kehangatan yang ditunjukkan anak-anak sekolah maupun warga menjadi motivasi tersendiri bagi seluruh personel Satgas untuk terus memberikan yang terbaik. Kami berharap melalui TMMD ini, selain pembangunan fisik yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat, kebersamaan dan semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat juga semakin kuat,” ungkapnya.
Dalam kunjungan tersebut, Ketua Tim Wasev PJO TMMD, Brigjen TNI Moch. Sulistiono, S.Sos., bersama rombongan juga melihat langsung sejumlah sasaran pembangunan TMMD ke-130 yang dilaksanakan Kodim 1301/Sangihe.
Sasaran tersebut meliputi pembangunan jalan rabat beton, rehabilitasi dua unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), serta pembangunan sumur bor.
Ketiga sasaran ini memiliki manfaat yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Jalan rabat beton diharapkan dapat memperbaiki akses dan mobilitas warga, rehabilitasi RTLH membantu menghadirkan tempat tinggal yang lebih layak, sementara sumur bor ditujukan untuk mendukung kebutuhan air bersih masyarakat.
Kehadiran pembangunan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan kualitas hidup warga, terutama melalui penyediaan infrastruktur yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.
Antusiasme anak-anak dan masyarakat dalam menyambut rombongan juga memperlihatkan bahwa pembangunan desa bukan hanya tentang hasil fisik. Ada kebersamaan, partisipasi, dan hubungan sosial yang tumbuh ketika masyarakat terlibat dalam proses membangun kampungnya.
Melalui TMMD ke-130, Kodim 1301/Sangihe berupaya menghadirkan pembangunan yang tidak hanya terlihat dari berdirinya infrastruktur, tetapi juga dari manfaat yang nantinya dirasakan masyarakat.
Sebab, kemajuan sebuah desa bukan semata diukur dari jalan yang dibangun atau fasilitas yang tersedia, melainkan juga dari terbukanya akses, meningkatnya kualitas hidup, dan tumbuhnya harapan bagi generasi mendatang.
Dari Tanaki, semangat membangun desa kembali ditegaskan: pembangunan yang berarti adalah pembangunan yang manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
