ZONAUTARA.com – Otoritas Pertahanan Sipil Arab Saudi pada Kamis lalu secara mendadak mengaktifkan tiga alarm bahaya di dua wilayah kegubernuran, yakni Yanbu dan Sharurah. Langkah ini menyasar para penduduk dengan peringatan singkat mengenai potensi ancaman yang tidak dijelaskan secara terbuka.
Mengutip Anadolu Agency, pihak berwenang menyatakan bahwa ancaman bahaya tersebut telah berlalu, namun tidak memberikan klarifikasi mengenai jenis atau sifat ancaman yang sempat mengkhawatirkan tersebut. Alarm bahaya tersebut mengonfirmasi adanya situasi darurat, namun kurangnya penjelasan detail memicu kebingungan publik.
Peringatan awal ini didistribusikan lewat Platform Peringatan Dini Nasional untuk Keadaan Darurat serta media sosial X yang berbasis di AS. “Bahaya telah berlalu di Yanbu, warga diimbau untuk terus mengikuti instruksi serta menghindari kegiatan berkumpul dan merekam,” demikian yang ditegaskan pernyataan resmi dari Pertahanan Sipil Arab Saudi.
Tak lama berselang, dua peringatan darurat lainnya yang ditujukan kepada warga di Sharurah, wilayah barat daya Najran, pun dicabut. Pernyataan terkait juga meminta warga untuk terus mengikuti instruksi dan menghindari pengambilan foto.
Hingga kini, misteri seputar jenis bahaya ini belum terpecahkan. Peringatan ini terjadi di tengah konflik berkelanjutan dengan pemberontak Houthi Yaman, yang diketahui melancarkan serangan rudal dan drone ke wilayah kerajaan sejak Maret 2015, saat Arab Saudi memimpin koalisi militer mendukung pemerintah Yaman.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.
