ZONAUTARA.com – Sejumlah peserta mengikuti aksi Women’s March di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Sabtu (7/11/2026). Mereka menyuarakan berbagai isu, termasuk kesetaraan gender, penolakan pajak pembalut, dan kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dari pantauan di lokasi, massa memenuhi ruas jalan di depan gedung BSI Tower, yang menyebabkan penutupan jalan. Para peserta membawa poster dan spanduk dengan berbagai tuntutan, serta berkumpul di sekitar mobil komando untuk berorasi.
Aksi ini juga mengangkat masalah yang dihadapi masyarakat Papua dan menolak rencana pengenaan pajak pembalut, dengan alasan menstruasi adalah kebutuhan biologis perempuan, bukan gaya hidup.
“Kita berusaha menyuarakan bahwa stop memajaki sesuatu yang sudah menjadi haknya, karena menstruasi bukan gaya hidup,” ujar salah satu peserta aksi, Alya (25).
Mereka menyoroti keterwakilan perempuan dalam pemerintahan, mendorong penerapan paritas gender 50:50 antara perempuan dan laki-laki. Alya juga menyampaikan kritik terkait program MBG yang diduga menyebabkan keracunan hingga 50 ribu orang, menyarankan agar anggarannya dialihkan ke pendidikan dan pembangunan nasional.
“MBG juga sebaiknya disetop karena baru jalan dua tahun, sudah 50.000 korbannya keracunan, bukan bergizi lagi,” ucapnya.
Peserta berharap pemerintah lebih bijaksana mengelola anggaran dari pajak masyarakat.
Diolah dari laporan Detik – Berita.
