ZONAUTARA.com — ZONAUTARA.com — Gedung Pingkan Matindas yang terletak di Kota Manado kini terbengkalai dan nyaris tak terurus.
Bangunan yang pernah menjadi pusat kegiatan seni dan budaya Sulawesi Utara pada era 1980-an ini, kini memprihatinkan kondisinya.
Dulunya, gedung ini menjadi ruang penting bagi berbagai aktivitas kebudayaan: pertunjukan seni, latihan tari, diskusi budaya, dan kegiatan komunitas kreatif.
Gedung Pingkan Matindas bukan sekadar fasilitas, tetapi simbol kehidupan budaya masyarakat Sulut.
Namun, pantauan Zonautara.com pada Minggu (18/5/2025) menunjukkan bahwa gedung tersebut kini rusak parah. Atap berlubang, kaca jendela pecah, lantai keramik banyak yang hancur.

Bahkan terlihat kendaraan bermotor terparkir di dalam ruangan, serta pakaian dijemur sembarangan, menunjukkan bangunan ini tidak lagi difungsikan sebagaimana mestinya.
Bagian kanan dan kiri gedung ditumbuhi tanaman liar, menandakan bahwa perawatan tidak lagi dilakukan.
Gedung yang dulunya ramai dengan aktivitas seni kini hanya menyisakan keheningan dan kehancuran.
Sebagai bangunan bersejarah yang memiliki nilai budaya tinggi, terbengkalainya Gedung Pingkan Matindas menjadi keprihatinan bersama.
Masyarakat berharap Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara segera mengambil tindakan konkret untuk menyelamatkan gedung ini—bukan hanya sebagai aset fisik, tetapi juga sebagai bagian dari memori kolektif dan identitas budaya daerah.



