ZONAUTARA.com — Banjir bandang melanda empat desa di Kecamatan Bolaang, Kabupaten Bolaang Mongondow, pada Rabu (27/5/2026). Bencana tersebut mengakibatkan sejumlah rumah warga terdampak material lumpur dan puing kayu yang terbawa arus deras.
Untuk membantu penanganan pascabanjir, jajaran kepolisian mengerahkan ratusan personel ke lokasi terdampak. Kabagops Polres Bolmong, Kompol Tusman Lomboan, mengatakan pihaknya telah menurunkan sekitar 250 personel polisi guna membantu masyarakat membersihkan rumah-rumah warga yang terdampak banjir.
“Selain personel dari Polres Bolmong, kami juga mendapat penguatan dari Polda Sulut sekitar 80 personel untuk membantu masyarakat terdampak bencana,” ujar Tusman kepada Zonautara.com, pada Kamis, (28/5/2026).
Menurutnya, para personel diterjunkan untuk melakukan kerja bakti bersama warga dengan menggunakan alat manual seperti sekop dan perlengkapan lainnya. Fokus utama penanganan saat ini adalah membersihkan rumah warga serta fasilitas yang tertutup lumpur akibat banjir bandang.
Ia menambahkan, proses pembersihan akan terus dilakukan selama dua hari ke depan guna mempercepat pemulihan kondisi di wilayah terdampak.

Kepala Bidang Kedaruratan & Logistik BPBD Bolmong, Abdul Muin Paputungan, mengatakan sebanyak empat desa yakni Desa Solimandungan I, Solimandungan II, Solimandungan Baru, dan Komangaan terdampak ringan dan parah atas kejadian banjir bandang tersebut.
“Ketinggian air dilaporkan bervariasi antara 1 hingga 1,5 meter akibat meluapnya Sungai Botuk yang turut membawa material lumpur dan potongan kayu ke permukiman warga,” kata dia.
Berdasarkan data sementara hasil kaji cepat, tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun sejumlah fasilitas umum terdampak banjir, di antaranya satu unit Masjid An-Nur Solimandungan II, SDN 2 Solimandungan II, Kantor Desa Solimandungan II, serta Pustu Desa Solimandungan II.
Sementara itu, jumlah rumah warga terdampak masih dalam proses asesmen di keempat desa yang terdampak banjir dan banjir bandang.
BPBD bersama instansi terkait langsung melakukan langkah-langkah penanganan darurat. Selain menerjunkan personel TRC ke lokasi, BPBD juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk menyiapkan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Koordinasi juga dilakukan dengan Dinas PUPR guna menangani material kayu dan lumpur yang menutup aliran sungai menggunakan alat berat.
Selain itu, BPBD Bolmong turut meminta dukungan dari BPPW Sulawesi Utara berupa dua unit tangki air bersih dan tandon portable untuk memenuhi kebutuhan warga.
Di lapangan, petugas menghadapi sejumlah kendala, antara lain cakupan wilayah terdampak yang cukup luas dan tersebar di empat desa, kondisi cuaca yang belum sepenuhnya kondusif, serta akses menuju lokasi yang terhambat lumpur dan material kayu.

