Bupati Sitaro tersenyum, petani pala menyambut gembira program revitalisasi dari Kementan

Kementan akan menggelontorkan program revitalisasi tanaman pala seluas 2 ribu hektar di Sitaro.

Editor: Redaktur
Seorang petani di pulau Siau sedang mengupas fuli pala. Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro mengandalkan pala sebagai komoditas pertanian utama. Buah pala dipetik, diambil biji dan fulinya. Biji pala dari pulau Siau dianggap sebagai salah satu pala terbaik di dunia. (Foto: Zonautara.com/Ronny A. Buol)

ZONAUTARA.com – Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Chyntia Ingrid Kalangit tersenyum saat Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman melaksanakan kunjungan kerja di Provinsi Sulawesi Utara, di Kota Manado pekan lalu. Meski tidak hadir dan diwakili oleh Wakil Bupati, Heronimus Makainas, namun kedatangan Menteri sudah diyakini Bupati membawa kabar baik bagi negeri berjuluk 47 pulau yang dipimpinnya.

“Sitaro mendapatkan Alokasi Anggaran Biaya Tambahan (ABT) Tahun 2026 dan 2027 berupa revitalisasi tanaman pala seluas 2.000 hektar. Selanjutnya rencana akan dibangun pabrik pengolahan tanaman pala dan akan ada hilirisasi tanaman pala untuk ekspor langsung dari Siau. Bagi saya ini anugerah Tuhan,” kata Bupati Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit kepada Zonautara.com, Senin, 15 September 2025.

Informasi yang diperoleh Zonautara.com, upaya pemerintah untuk mengintervensi nasib para petani pala sebenarnya sudah dilakukan sejak dahulu. Namun, hingga kini hasilnya belum cukup menyejahterakan. Harga pala di pasaran kerap tidak stabil dan lebih sering turun dibanding naik, membuat petani terperangkap dalam ketidakpastian ekonomi.

Usai dilantik Presiden Republik Indonesia pada 20 Februari 2025 lalu, pasangan Bupati Chyntia Ingrid Kalangit dan Wakil Bupati Heronimus Makainas langsung tancap gas. Fokus mereka tertuju pada komoditi buah pala yang sudah lama menjadi produk unggulan Sitaro dan diakui sebagai salah satu yang terbaik di dunia.

“Itu jualan kami, bahwa di Sitaro memiliki pala dengan kualitas nomor satu di dunia. Itu yang kami sampaikan ke Pak Menteri dan semua stakeholder yang ditemui di Jakarta,” kata Chyntia.




Setidaknya, Bupati Kepulauan Sitaro sudah dua kali mendatangi Kantor Kementerian Pertanian di Jakarta. Pertemuan pertama pada 15 Mei 2025 diterima langsung oleh Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman.

“Bapak Menteri menyambut baik dan berjanji akan memberikan bantuan berupa revitalisasi tanaman pala, insentif bagi petani pala, hilirisasi tanaman pala, serta peralatan traktor,” ingat Bupati.

Tak cukup sekali bertemu, pada 14 Agustus 2025, Bupati kembali menindaklanjuti janji tersebut dengan mendatangi Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian.

Kabar baik itu akhirnya datang pekan lalu. Bukan diumumkan di Jakarta, tetapi langsung disampaikan oleh Mentan Andi Amran Sulaiman saat kunjungan kerjanya di Manado.

“Dalam kunjungan ini bapak Menteri menyampaikan bahwa Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro mendapatkan sejumlah bantuan. Ini berkat kerja keras semua pihak: pak Wakil Bupati, Sekda, seluruh tim, dan doa para petani,” jelas Chyntia. 

sitaro
Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Chyntia Ingrid Kalangit foto bersama Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. (Foto: ist)

Pala Sitaro

Mengutip Buku Kabupaten Kepulauan Sitaro Dalam Angka yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS) Sitaro Tahun 2024, uas areal komoditi tanaman pala di Sitaro pada tahun 2022 terdata seluas 4.805,83 Ha. Sementara luas lahan tanaman pala di tahun 2023 seluas 4.812,13 Ha. Sementara produksinya di tahun 2022 tercatat 3.147,06 ton dan di tahun 2023 turun sedikit di angka 3.126,85 ton saja.

Pala Siau dikenal memiliki kadar minyak atsiri tinggi yang membuat kualitasnya diakui pasar internasional, terutama Eropa dan Timur Tengah.

Tanaman pala menjadi sumber kehidupan utama bagi ribuan keluarga petani di Sitaro. Hasil penjualan pala digunakan untuk biaya pendidikan anak, pembangunan rumah, hingga kebutuhan kesehatan. 

Frans, salah satu petani pala asal Kecamatan Siau Barat Utara, menyambut gembira kabar bantuan dari pemerintah pusat.

“Kalau memang benar ada revitalisasi dan pabrik pengolahan di Siau, itu sangat membantu. Selama ini harga pala kadang turun sampai setengah dari modal. Kalau bisa ada ekspor langsung, kami tidak lagi tergantung tengkulak,” kata Frans, Rabu, 17 September 2025.

Senada, Dedi, petani asal Kecamatan Siau Timur Selatan, menilai program hilirisasi bisa membuka lapangan kerja baru di kampung-kampung.

“Bukan cuma harga yang stabil, tapi juga anak-anak muda bisa kerja di pabrik pala. Jadi tidak semua harus ke Manado atau merantau. Kami sangat harap program ini jalan sungguh-sungguh, jangan cuma janji,” ujarnya.

Bupati memastikan, pekerjaan belum selesai. Seluruh program dan bantuan harus dikawal. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk bergandengan tangan mendukung visi besar ini.

“Mari kita bekerja bersama dan mohon beri waktu kami (Bupati dan Wakil Bupati) untuk bekerja,“ ajak Chyntia.

 

Berkarir sebagai jurnalis sejak 2015, memulai di surat kabar Manado Post, lantas ke koran Indo Post. Melanjutkan karir di Kompas TV, dan pada 2023 bergabung dengan Zonautara.com. Telah mengikuti pelatihan cek fakta dan liputan investigasi, serta mengerjakan berbagai fellowship.
1 Comment
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com