ZONAUTARA.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat di berbagai wilayah Indonesia pada Jumat (5/12) hingga Sabtu (6/12).
Peringatan ini berlaku untuk sebagian besar provinsi, termasuk Aceh, Sumatera Utara, Lampung, Jawa Timur, Maluku Utara, Papua Pegunungan, serta Jabodetabek, dengan potensi dampak seperti banjir bandang, longsor, genangan air, dan angin kencang mencapai 25-50 km/jam. BMKG menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat untuk menghindari kerugian jiwa dan materi.
Peringatan dini ini dirilis melalui situs resmi BMKG dan akun Instagram @infobmkg pada Kamis malam (4/12), sebagai respons terhadap dinamika atmosfer yang dipengaruhi angin muson barat, fenomena La Niña, dan Madden Julian Oscillation (MJO) yang melintas di wilayah timur Indonesia.
“Update peringatan dini cuaca Indonesia berlaku untuk 3 hari ke depan (4-6 Desember 2025). Masyarakat dan pemangku kebijakan diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca seperti genangan, longsor, angin kencang, dan banjir,” tulis BMKG dalam rilis resminya. Saat ini, sekitar 76% wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan, dengan puncak diprediksi pada Desember 2025 dan Februari-Maret 2026.
Wilayah terdampak dan intensitas hujan
Berdasarkan pemantauan BMKG, hujan sangat lebat (lebih dari 50 mm/jam) berpotensi melanda Aceh, Sumatera Utara, Lampung, Jawa Timur, Maluku Utara, dan Papua Pegunungan mulai pagi hingga malam hari pada 5 Desember.
Di wilayah Sumatera Barat, peringatan waspada diberikan untuk Pasaman, Lima Puluh Kota, Kabupaten Solok, Solok Selatan, dan Dharmasraya, dengan hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang pada siang hingga sore. Sementara itu, Sulawesi Utara dan Maluku berisiko angin kencang hingga 40 km/jam, khususnya di Manado dan sekitarnya.
Untuk Jabodetabek, prakiraan cuaca menunjukkan langit berawan tebal sepanjang hari mulai pukul 07.00 WIB, dengan hujan ringan hingga sedang di Jakarta Pusat, Barat, Utara, dan Tangerang. Namun, intensitas meningkat menjadi lebat di Jakarta Selatan, Depok, Bogor, dan Kabupaten Bekasi pada siang hingga malam, berpotensi menyebabkan genangan di area rawan seperti Jalan Sudirman-Thamrin.
Di Banten, Tangerang, Serang, Cilegon, Lebak, dan Pandeglang juga diprediksi hujan ringan hingga sedang sejak pagi. Pada 6 Desember, pola serupa berlanjut dengan penurunan intensitas di Jabodetabek, tetapi tetap waspada di wilayah timur seperti Maluku dan Papua.
Potensi dampak dan rekomendasi
Potensi bencana hidrometeorologi yang paling dikhawatirkan adalah banjir kategori tinggi di dataran rendah seperti Bangka Belitung, Kalimantan Barat, dan Sulawesi, serta longsor di daerah pegunungan seperti Papua Tengah. Angin kencang juga berisiko merobohkan pohon atau tiang listrik, terutama di Sulawesi Utara.
BMKG dan BPBD mengimbau masyarakat untuk: (1) memantau update cuaca melalui aplikasi resmi BMKG; (2) menghindari aktivitas di sungai, lereng bukit, atau area rawan banjir; (3) mempersiapkan evakuasi dini jika tinggal di zona risiko; serta (4) melaporkan potensi bencana ke nomor darurat 112.
Peningkatan curah hujan ini sejalan dengan transisi musim hujan nasional yang dimulai November lalu, dipicu oleh konvergensi angin dan suhu permukaan laut yang lebih hangat di Pasifik. BMKG mencatat, Desember 2025 diproyeksikan sebagai bulan dengan curah hujan tertinggi, dengan risiko cuaca ekstrem dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Data historis menunjukkan, banjir dan longsor akibat hujan lebat telah menewaskan puluhan jiwa di Indonesia sepanjang 2024, sehingga peringatan dini kali ini menjadi krusial untuk pencegahan.
Masyarakat diimbau tetap update melalui situs bmkg.go.id atau aplikasi Cuaca BMKG. Jika kondisi memburuk, hubungi layanan darurat setempat.


