ZONAUTARA.com — Suasana Pasar Ramadan di wilayah Kotobangon, Kotamobagu masih terlihat ramai meski perayaan Idulfitri tinggal menghitung hari. Deretan lapak yang menjajakan aneka kuliner khas Ramadan hingga kebutuhan rumah tangga tetap dipadati warga yang memanfaatkan momen akhir sebelum pasar musiman ini benar-benar ditutup.
Dari pantauan Zonautara.com pada Rabu (18/3/2026) sore, menunjukkan aktivitas jual beli masih berlangsung aktif. Aroma makanan seperti sate, gorengan, dan kue tradisional memenuhi udara, menarik perhatian pengunjung yang datang mencari takjil berbuka.
Salah satu pedagang, Rahmat Moonik (45), mengaku bersyukur karena penjualan di hari-hari terakhir ini justru masih cukup tinggi.
“Biasanya orang pikir dua hari sebelum Lebaran sudah sepi, tapi ternyata masih ramai. Banyak yang cari makanan untuk hari-hari terakhir puasa atau bekal perjalanan mudik,” ujarnya.
Menurut Rahmat, lonjakan pembeli terjadi terutama pada sore menjelang malam. Ia bahkan menyebut omzetnya tidak jauh berbeda dibandingkan hari-hari di awal Ramadan.
Sementara itu, dari sisi pembeli, Siti Aminah (34), warga setempat, mengatakan bahwa pasar Ramadan masih menjadi pilihan utama untuk mencari hidangan praktis.
“Kalau masak terus di rumah juga capek, jadi ke sini lebih mudah. Pilihannya banyak dan rasanya khas, tidak selalu ada di hari biasa,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa suasana pasar menjadi daya tarik tersendiri. Meskipun Ramadan akan segera usai.
Di sisi lain, Hamdan Rukaat salah satu pedagang asal Kotobangon turut memberikan pandangannya terhadap keberlangsungan pasar Ramadan hingga H-2 Lebaran sebagai hal positif. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi warga.
“Pasar Ramadan ini bukan hanya soal jual beli, tapi juga menggerakkan ekonomi lokal. Banyak pelaku UMKM terbantu, apalagi di momen seperti sekarang ketika kebutuhan masyarakat masih tinggi,” jelasnya.
Namun demikian, ia mengungkapkan bahwa aktivitas pasar akan segera dihentikan dalam beberapa hari ke depan.
Hal ini mempertimbangkan mulai menurunnya jumlah pengunjung seiring masyarakat kembali ke rutinitas kerja setelah Lebaran.
Para pedagang pun mulai bersiap mengakhiri aktivitas mereka. Sebagian sudah mengurangi stok dagangan untuk menghindari kerugian, sementara lainnya memanfaatkan sisa waktu untuk meraup keuntungan maksimal.



