Atlet Znergy lolos seleksi O2SN tingkat Kota Kotamobagu, orang tua soroti keputusan Dinas Pendidikan

Editor: Redaktur
Coach Zefanya bersama para atlet Znergy Aquatic Club saat bertanding pada Selasa (12/5/2026).

ZONAUTARA.com – Atlet renang Znergy, Muhammad Raudah Azka Moko, berhasil lolos ke tingkat Kota dalam ajang seleksi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Kotamobagu untuk cabang renang usai mengikuti seleksi tingkat kecamatan yang berlangsung pada Selasa (12/5/2026).

Azka mewakili Kecamatan Kotamobagu Barat dan tampil gemilang dengan unggul di dua nomor pertandingan, yakni 50 meter gaya dada dan 50 meter gaya bebas. Hasil tersebut menjadi pencapaian membanggakan bagi Azka yang sebelumnya belum pernah meraih kemenangan di kejuaraan renang.
Ayah Azka, Ucok Moko, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian sang anak.

“Kami sangat senang dengan hasil yang diperoleh anak kami, Azka. Alhamdulillah berkat kegigihan Azka dalam berlatih dan kepatuhannya kepada pelatih, Azka yang selama ini belum pernah menang di kejuaraan manapun akhirnya bisa mengungguli dua nomor seleksi,” ujarnya.

Menurut Ucok, keberhasilan Azka tidak lepas dari peran para pelatih yang selama ini mendampingi proses latihan.

“Saya juga sangat berterima kasih kepada Coach Zeff yang selama ini sabar dan tekun melatih Azka. Ini menjadi bukti bahwa program dari Coach Zeff yang memiliki sertifikasi internasional efektif dan efisien untuk anak kami,” katanya.




Ucok juga menyampaikan apresiasi kepada pelatih lainnya, termasuk Coach Agrelia dan para pelatih junior Squad 4 yang turut memberikan dukungan selama latihan.

Usai pertandingan, Azka disebut sangat antusias hingga langsung meminta pelatihnya menghitung persentase catatan waktu yang diperolehnya. Dari hasil tersebut, Azka meyakini dirinya berhak lolos sesuai petunjuk teknis (juknis) menuju seleksi tingkat kota/kabupaten.

Namun demikian, Ucok menyoroti keputusan Dinas Pendidikan yang disebut akan mengutus dua atlet ke tingkat selanjutnya. Ia menilai keputusan tersebut tidak sesuai dengan juknis yang berlaku.

“Yang disayangkan adalah keputusan dinas pendidikan yang akan mengutus dua orang ke tingkat selanjutnya, yang tidak berdasarkan juknis tanpa alasan yang kuat dan jelas,” ungkapnya.

Ia berharap pihak Dinas Pendidikan dapat lebih cermat memahami petunjuk teknis dengan berkonsultasi kepada pihak yang kompeten agar keputusan yang diambil sesuai pedoman dari Pusat Prestasi Nasional.

“Saya harap dinas pendidikan lebih mencari informasi lagi terkait juknis kepada yang lebih kompeten sehingga bisa mengambil keputusan sesuai pedoman dari pusat prestasi nasional,” tutupnya.

Penikmat kopi pinggiran, hobi membaca novel. Pecandu lagu-lagu Jason Ranti, pengikut setia Sapardi Djoko Damono, pecinta anime, terutama dari Gibli. Mampu menghabiskan 1000 lebih episode one piece dalam 8 bulan.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com