ZONAUTARA.com – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kristen Kotamobagu kembali menggelar festival literasi. Duta Literasi 2024 sekolah tersebut yang juga sekaligus koordinator lapangan festival Jafier Theovilus Undong, mengungkapkan bahwa pelaksanaan festival tahun ini hadir dengan konsep yang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya lebih umum, kini kegiatan difokuskan pada pengembangan literasi rohani di kalangan pelajar.
Dalam festival tersebut, terdapat dua cabang utama lomba, yaitu lomba baca puisi untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) serta pemilihan Duta Literasi Pelajar Kristen Kotamobagu untuk jenjang SMP dan SMA.
Menurut Jafier, kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang terus dikembangkan. Sama seperti tahun sebelumnya, program penerbitan buku tetap menjadi bagian penting, yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober dan November. Program ini terintegrasi dengan Gerakan Duta Literasi (GDL), yang mendorong siswa untuk menghasilkan karya tulis, baik fiksi maupun nonfiksi.
“Melalui program ini, siswa bisa memanfaatkan kesempatan untuk menerbitkan karya mereka sendiri,” ujarnya saat ditemui Zonautara.com, Selasa(31/3/2026).
Sejauh ini, GDL telah berhasil menerbitkan beberapa buku, di antaranya Antologi Kicauan Inspirasi, Akuisisi Introvert, serta buku nonfiksi bertema public speaking yang direncanakan akan diluncurkan pada 15 April 2026. Selain itu, pada Mei 2026 juga akan dirilis antologi cerpen karya siswa berjudul Sebelum Kata Maaf Terucap.
Buku tersebut mengangkat tema problematika keluarga dan perjuangan hidup dari berbagai sudut pandang, baik ayah, ibu, maupun anak. Dalam prosesnya, GDL berkolaborasi dengan Forum Emas Indonesia dari Yayasan Emas Indonesia, yang bergerak di bidang penulisan dan penerbitan buku. Para penulis dalam proyek ini terdiri dari pengurus forum serta siswa yang tergabung dalam program literasi.
Jafier menjelaskan, GDL sendiri bermula pada tahun 2024 melalui kegiatan pemilihan Duta Literasi SMK Kristen Kotamobagu. Setelah itu, program berkembang dengan penerbitan buku berjudul Derap Langkah Menuju Jejak Prestasi. Dari keberhasilan tersebut, pengurus kemudian membuka program penerbitan karya siswa sebagai bagian dari inisiatif SMK Pusat Keunggulan, dengan dukungan pembiayaan dari pihak sekolah.
“Karena kita tahu biaya penerbitan buku cukup besar, kami kemudian berkolaborasi dengan penerbit hingga akhirnya bisa membangun komunitas self-publishing sendiri,” jelasnya.
Meski demikian, Jafier mengakui bahwa tantangan terbesar sejak 2024 hingga saat ini adalah mengajak generasi muda untuk aktif dalam budaya literasi, khususnya di Kotamobagu.
Menurutnya, menjadi duta literasi bukan hanya soal peran simbolis sebagai brand ambassador, tetapi juga menghadirkan solusi nyata. Oleh karena itu, pada festival kali ini, pihaknya tidak hanya mengajak siswa untuk menulis, tetapi juga merealisasikannya melalui penerbitan buku yang kini bahkan dijadikan bahan perlombaan.
Untuk meningkatkan kualitas karya, para peserta penulisan cerpen dan puisi juga mendapatkan pendampingan melalui program coaching. Kegiatan ini melibatkan mentor dari Wietas Penerbit Indonesia serta pegiat literasi Rehan Asa, yang dikenal sebagai penulis novel fiksi.
Melalui berbagai program tersebut, GDL berharap dapat terus menumbuhkan budaya literasi di kalangan pelajar serta menciptakan ruang bagi generasi muda untuk berkarya dan menyampaikan gagasan mereka secara kreatif.


