ZONAUTARA.com – Harga gas di Uni Eropa mengalami kenaikan hingga 70 persen, sementara harga minyak meningkat 60 persen sejak awal konflik di kawasan Timur Tengah. Hal tersebut diungkapkan oleh Komisioner Energi Uni Eropa, Dan Jorgensen.
“Sejak awal konflik di Timur Tengah terjadi, harga-harga di Uni Eropa mengalami lonjakan 70 persen untuk gas dan 60 persen untuk minyak. Dalam hal finansial, selama 30 hari konflik telah terjadi penambahan 14 miliar euro (sekitar Rp273 triliun) pada tagihan impor bahan bakar fosil Uni Eropa,” kata Jorgensen dalam konferensi pers pada Selasa (31/3), setelah menghadiri konferensi video dengan para menteri energi Uni Eropa.
Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran merespon dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer Amerika di Timur Tengah.
Eskalasi konflik ini menimbulkan blokade de facto di Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global. Keadaan ini juga mengganggu tingkat ekspor dan produksi minyak di kawasan tersebut.
Diolah dari laporan Antara.

