ZONAUTARA.com – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) berhasil mengangkut hampir satu ton sampah dari kawasan wisata Gunung Bromo, Jawa Timur, bertepatan dengan periode penutupan sementara untuk pemulihan ekosistem. Ketua Tim Data, Evaluasi dan Pelaporan Kehumasan Balai Besar TNBTS, Hendra Wisantara, pada Jumat (10/4), mengungkapkan bahwa total 963 kilogram sampah terkumpul selama aksi bersih-bersih massal tersebut.
Menurut Hendra, sampah yang terkumpul didominasi oleh bungkus makanan dan botol plastik yang tersebar di berbagai titik, termasuk kawasan Lautan Pasir, Parkiran Jip, dan Area Pura yang menyumbang 425 kilogram sampah. “Demi kelestarian dan kenyamanan bersama pengunjung taman nasional agar menerapkan (gerakan) bawa turun sampahmu, membawa kembali sampah pribadi,” kata Hendra.
Kawasan lainnya seperti Jemplang, Watu Gede, Bantengan, dan Watangan mengalami pembersihan sebanyak 225 kilogram sampah, sementara kawasan penanjakan dan sekitarnya menyumbang 198 kilogram. Di daerah Bungkah – Widodaren, sebanyak 115 kilogram sampah berhasil dibersihkan, yang semuanya kemudian dialihkan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Poncokusumo di Kabupaten Malang.
Aksi ini melibatkan sedikitnya 128 peserta, yang terdiri dari 64 personel internal TNBTS serta 92 orang dari unsur mitra, termasuk pengemudi jip, pelaku perhotelan, pedagang kaki lima, dan anggota Dharma Wanita Persatuan. Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Balai Besar TNBTS, Septi Eka Wardhani, mengingatkan pentingnya fasilitas kantong sampah yang tersedia di setiap jip wisata. “Itu sebagai fasilitas yang tujuannya untuk mencegah pengunjung membuang sampah di sembarang tempat,” ujarnya.
Kawasan Gunung Bromo dijadwalkan tutup untuk aktivitas wisata mulai 6 hingga 12 April 2026 sebagai upaya konservasi untuk memulihkan ekosistem serta meningkatkan standar layanan pariwisata.
Diolah dari laporan CNN Indonesia.

