ZONAUTARA.com – Penembakan terjadi pada acara makan malam koresponden Gedung Putih di Washington, DC, pada Sabtu malam, yang mengharuskan evakuasi Presiden Donald Trump dari lokasi kejadian. Insiden ini mendapat reaksi cepat dari berbagai negara, termasuk Israel yang segera menyatakan dukungan solidaritas kepada Amerika Serikat.
Menurut laporan dari Al Jazeera, seorang pria bersenjata berhasil menerobos pos pemeriksaan keamanan di luar ruang dansa tempat digelarnya acara gala media tahunan tersebut. Pelaku akhirnya dilumpuhkan oleh agen Secret Service AS. CBS News menambahkan, pelaku menyebut targetnya adalah pejabat pemerintahan Trump.
Para pejabat Israel, seperti Menteri Luar Negeri Gideon Sa’ar dan Presiden Isaac Herzog, mengutuk keras insiden ini. “Israel berdiri bahu-membahu dengan Amerika Serikat dan Trump,” tutur Sa’ar. Herzog menambahkan doa untuk keselamatan AS setelah “serangan keji ini,” sambil memastikan bahwa petugas yang tertembak kini dalam kondisi aman dan sedang dalam pemulihan.
Di dalam negeri AS sendiri, insiden penembakan tersebut mendapat kecaman luas. Ketua DPR Mike Johnson dan pemimpin fraksi Demokrat, Hakeem Jeffries, mengungkapkan kesedihan mereka atas kekerasan tersebut. Sementara Wali Kota Washington, DC, Muriel Bowser berterima kasih atas respon cepat aparat keamanan yang memastikan keselamatan para tamu.
Reaksi global turut datang dari sejumlah pemimpin negara. Perdana Menteri Australia Antony Albanese merasa lega karena semua peserta selamat, sementara Perdana Menteri Kanada Mark Carney menyoroti tidak adanya tempat untuk kekerasan politik dalam demokrasi. Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum juga menekankan bahwa kekerasan tidak boleh menjadi jalan keluar. Dari Asia, dukungan disampaikan oleh Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif yang berharap Trump tetap aman.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

