ZONAUTARA.com – PT Pertamina Gas (Pertagas) menargetkan penyelesaian proyek pembangunan pipa bahan bakar minyak (BBM) sepanjang 96 kilometer yang menghubungkan Cikampek dan Plumpang pada awal tahun 2027. Direktur Utama Pertagas, Indra Pehulisa Sembiring, menjelaskan bahwa perusahaan saat ini fokus pada proyek transportasi minyak untuk mendukung ketahanan energi nasional.
Menurut Indra, proyek pipa ini diharapkan menjadi tulang punggung baru dalam sistem penyaluran energi dari hulu ke hilir secara lebih efisien dan tepat waktu. “Kita saat ini sedang membangun dari terminal BBM di Cikampek ke terminal BBM di Plumpang. Dan ini target kami akan diselesaikan di awal 2027. Mudah-mudahan ini bisa kami selesaikan tepat waktu,” ujarnya dalam program Energy Corner CNBC Indonesia.
Proyek ini dinilai strategis karena pipa tersebut akan menjadi jalur vital bagi distribusi energi di ibu kota. Keberadaan jalur pipa tersebut diproyeksikan mampu menjamin suplai bahan bakar lebih baik dibandingkan transportasi konvensional lainnya. “Ini akan penting karena dia menjaga dan menjamin suplai bahan bakar minyak untuk Jakarta,” tambahnya.
Selain fokus pada bisnis transportasi BBM, Pertagas juga tetap mempertahankan bisnis inti mereka, yaitu transportasi minyak dan gas bumi yang menyumbang lebih dari 50% pendapatan perusahaan. Saat ini, Pertagas mengelola volume transportasi gas yang mencakup hampir 78% dari total penyaluran gas secara nasional.
Indra juga menyinggung usaha Pertagas dalam merambah sektor energi baru terbarukan seperti hidrogen dan biometan untuk memperluas portofolio bisnis di masa depan. Hal ini ditujukan untuk mendukung target rendah karbon yang dicanangkan pemerintah. “Pertagas siap untuk mengambil peran dan bagian untuk tumbuh dalam pertumbuhan ini dalam konteks ketahanan energi,” pungkasnya.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

