ZONAUTARA.com – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menerapkan sistem buka tutup di Terminal Ajyad, Makkah, sebagai upaya strategis untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan jemaah haji Indonesia. Sistem ini diberlakukan setelah evaluasi musim haji sebelumnya untuk menciptakan alur pergerakan jemaah yang lebih tertib. “Saat ini Terminal Ajyad sudah dilengkapi koridor khusus pejalan kaki dan pagar pembatas. Sistem buka tutup ini memastikan jamaah tidak berdesakan dan terhindar dari risiko kecelakaan saat akan menaiki bus shalawat,” ujar Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi Daker Makkah, Syarif Rahman, Minggu (10/5).
Seiring penerapan sistem ini, petugas di lapangan ditugaskan untuk mengatur armada bus sesuai urutan nomor rute sebelum jemaah dipersilakan masuk secara bergiliran. Ketika kapasitas bus telah penuh, pintu terminal akan ditutup sementara untuk menyiapkan armada berikutnya, menjaga keamanan di area penjemputan. Efektivitas sistem ini terbukti dengan cepat mampu mengurai kepadatan. Berdasarkan pemantauan Media Center Haji (MCH), antrean jamaah dapat terangkut dalam waktu kurang dari satu jam pasca shalat Isya. “Kami mencatat proses pengosongan antrean setelah salat Isya hanya membutuhkan waktu 58 menit untuk seluruh jamaah tujuan Misfalah,” tambah Syarif.
Syarif juga mengimbau para ketua kloter dan rombongan untuk terus memberikan pemahaman kepada jamaah calon haji agar tetap tenang saat mengantre di jam-jam padat, seperti usai waktu shalat fardhu. Sebagai upaya peningkatan layanan ke depan, PPIH Arab Saudi akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengatur pola kepulangan jemaah dari Masjidil Haram serta mengupayakan penambahan akses pintu keluar terminal guna memperlancar arus transportasi menuju hotel.
PPIH berharap langkah-langkah ini dapat meningkatkan efisiensi dan kenyamanan jemaah selama menjalankan ibadah haji. Serta memastikan bahwa pergerakan jemaah di sekitar area Masjidil Haram berlangsung dengan aman dan tertib.
Diolah dari laporan CNN Indonesia.

