ZONAUTARA.com – Pemerintah tengah berupaya menekan kenaikan harga cabai rawit merah yang terjadi pada Mei 2026 dengan meningkatkan pasokan ke wilayah yang mengalami kekurangan serta memperkuat distribusi antardaerah guna meredam gejolak harga.
Peningkatan pasokan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan di daerah-daerah yang mengalami defisit sehingga harga dapat kembali stabil. Langkah ini juga termasuk pengoptimalan distribusi melalui koordinasi antar instansi terkait.
Lonjakan harga cabai rawit merah ini sebelumnya telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat dan menjadi perhatian serius bagi pemerintah agar tidak membebani konsumen.
Pemerintah menargetkan intervensi pasar ini tidak hanya mengurangi kenaikan harga, tetapi juga menjaga inflasi tetap terkendali di tengah fluktuasi beberapa komoditas pangan lainnya.
Krisis pasokan yang melanda sejumlah daerah memicu kenaikan harga cabai rawit merah, dan pemerintah memandang perlu adanya kerja sama semua pihak untuk menjaga stabilitas distribusi dan harga.
Diolah dari laporan Antara.

