ZONAUTARA.com – Pada Senin (18/5/2026), Indonesia secara resmi menerima alutsista baru yang diserahkan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto kepada TNI Angkatan Udara di Halim Perdanakusuma, Jakarta. Alutsista tersebut meliputi enam jet tempur multirole combat aircraft (MRCA) Rafale, enam pesawat Falcon 8X, dua pesawat Airbus A400M MRTT, radar ground control intercept (GCI), dan persenjataan modern seperti smart weapon hammer dan rudal meteor. Prabowo menyerahkan alutsista tersebut kepada Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan dilanjutkan kepada KSAU Marsekal Mohamad Tonny Harjono.
Selain Indonesia, Malaysia juga tengah melakukan pembaruan alutsista. Namun Malaysia mengalami kendala setelah pemerintah Norwegia membatalkan ekspor sistem rudal yang seharusnya digunakan untuk kapal perang Littoral Combat Ship (LCS) milik Angkatan Laut Malaysia. Pembatalan ini diumumkan oleh Oslo karena ketatnya kontrol terhadap teknologi pertahanan yang mereka kembangkan, menilai perubahan signifikan pada lanskap kebijakan keamanan global.
Pemerintah Malaysia mengungkapkan kekecewaannya atas keputusan tersebut. Perdana Menteri Anwar Ibrahim menyatakan, “Kontrak yang ditandatangani adalah instrumen yang serius. Itu bukan confetti yang dapat disebar dengan cara yang sembarangan.” Ia juga menegaskan bahwa keputusan sepihak ini berpotensi merusak kesiapan pertahanan Malaysia.
Lebih lanjut, Menteri Pertahanan Malaysia Mohamed Khaled Nordin mengatakan pihaknya membentuk komite untuk menilai tindakan hukum yang mungkin terhadap Kongsberg Defence & Aerospace, pemasok sistem rudal tersebut. Malaysia sebelumnya telah menandatangani kontrak tersebut pada 2018 dan telah membayar sekitar 95% dari nilai kontrak.
Pemerintah Anwar Ibrahim juga memperingatkan bahwa keputusan Norwegia ini dapat berdampak luas pada keseimbangan regional dan mengancam nilai sebagai mitra strategis jika pemasok pertahanan internasional mengingkari janji mereka tanpa konsekuensi.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

