ZONAUTARA.com – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendorong penindakan tegas terhadap kasus dugaan keterlibatan warga negara asing (WNA) dalam prostitusi anak di Jakarta dan Bekasi. KPAI telah mengadakan koordinasi dengan Polda Metro Jaya untuk mengusut kasus ini serta mengamankan pelakunya. “Sudah (koordinasi dengan Polda Metro),” ungkap Komisioner KPAI Dian Sasmita kepada wartawan di Kantor KPAI, Jakarta Pusat, Senin (18/5/2026).
Dalam upaya pengusutan kasus ini, Dian Sasmita menyatakan bahwa jajaran Polda Metro Jaya masih terus berusaha melakukan pencarian terhadap pelaku. Pihaknya juga tengah mencari tahu apakah ada jaringan khusus yang terlibat dalam kasus ini. “Sampai detik ini sih memang kami belum mendapatkan info apakah pelaku sudah tertangkap atau tidak, tapi kami sudah membangun komunikasi ya dengan Kedutaan Jepang sendiri, kepolisian, dan UPTD PPA,” jelasnya. Dian mendesak agar pelaku segera ditangkap mengingat adanya pernyataan pelaku yang berupaya menyebarkan penyakit seksual.
Sejumlah informasi yang beredar di media sosial mengungkapkan keterlibatan warga negara asing dalam prostitusi anak di Jakarta dan Bekasi. Menanggapi isu ini, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menjelaskan bahwa Direktorat Siber dan Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA-PPO) tengah mendalami kasus tersebut. “Isu yang beredar ada warga negara asing yang mengeksploitasi anak di satu wilayah, Direktorat Siber dan PPA-PPO sedang mendalami kejadian tersebut,” kata Kombes Budi di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (11/5).
Budi menyatakan bahwa pengusutan kasus ini menjadi prioritas utama, dan masyarakat diminta untuk berperan aktif dalam memberikan informasi kepada kepolisian. “Kita tidak akan memberikan ruang tentang eksploitasi anak,” tegasnya. Ia menambahkan, faktor-faktor seperti ekonomi, sosial, dan lingkungan sekitar berkontribusi terhadap anak-anak terjerumus dalam prostitusi.
Berdasarkan informasi dari media sosial X, dugaan bahwa sejumlah WN Jepang turut berbagi informasi soal prostitusi anak semakin kuat. Diskusi tersebut disebut menggunakan bahasa Jepang dan menargetkan anak-anak sebagai korban. Sebuah jaringan pelaku pengincar prostitusi anak di tingkat internasional juga diduga terkait dalam kasus yang kini tengah heboh dibahas tersebut.
Diolah dari laporan Detik.

