ZONAUTARA.com – Perayaan Iduladha tahun ini membawa makna kemanusiaan yang mendalam ketika Dompet Dhuafa kembali menyalurkan hewan kurban ke berbagai daerah. Melalui Program Tebar Hewan Kurban (THK) yang telah berjalan sejak 1994, Dompet Dhuafa berkomitmen menjembatani kebaikan dari masyarakat perkotaan hingga wilayah sulit dijangkau. Pada tahun 1446 Hijriah (2025), penyaluran hewan kurban mencapai pertumbuhan 33,70% dengan total 36.709 ekor setara domba/kambing.
Filosofi Iduladha yang berakar dari kisah Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as menekankan pentingnya kerelaan berkorban demi kebaikan bersama. Ketua Pengurus Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini, menyatakan, “Ini adalah hilirisasi zakat. Kurban menghidupkan ekonomi peternak lokal di berbagai daerah. Mereka mendapatkan penghasilan layak dan peningkatan taraf hidup yang nyata.”
Dampak luar biasa dari program ini dirasakan hingga ke Pulau Solor, Nusa Tenggara Timur, di mana Mama Ratna, 60 tahun, merasakan keharuan menerima daging kurban setelah setahun merindukannya. “Sering kami harus menahan lapar atau berpuasa demi bisa membeli beras. Senang sekali, akhirnya ada daging kurban setahun sekali,” ungkapnya.
Program ini juga membawa kegembiraan ke Desa Bitorik, Maluku, yang kembali merayakan Iduladha setelah 26 tahun dengan kiriman 9 ekor sapi dan 1 ekor kambing. Warga setempat berbagi suka cita tersebut dengan desa sekitar. “Kami tak ingin menikmatinya sendiri. Daging ini kami bagikan juga ke desa-desa sekitar agar semua merasakan syukur yang sama,” ujar Muhammad Yasin.
Pada tahun lalu, Dompet Dhuafa telah menyebarluaskan kurban ke 26 provinsi dan 250 kabupaten/kota, serta lintas negara seperti Palestina, Somalia, dan Myanmar. Total penerima manfaat mencapai 2.036.320 jiwa. Aksi nyata ini menghidupkan nilai kemanusiaan dan terus berkembang hingga ke pelosok negeri.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

