ZONAUTARA.com – Perubahan iklim dan urbanisasi yang tidak terkendali berpotensi meningkatkan risiko penyebaran penyakit menular, kata Direktur Pascasarjana Universitas YARSI, Tjandra Yoga Aditama. Menurutnya, perubahan lingkungan, zoonosis, dan resistensi antimikroba merupakan penyebab utama peningkatan penyakit menular secara global.
Tjandra menjelaskan bahwa perubahan iklim menjadi salah satu faktor yang memperburuk penyebaran penyakit, seperti demam berdarah dengue, yang kemungkinan akan meningkat akibat fenomena El Nino. “Perubahan iklim adalah salah satu di antaranya, contohnya sekarang sudah banyak dibahas tentang kemungkinan peningkatan dengue akibat El Nino Godzilla bersama kemarau yang dikabarkan akan melanda kita,” kata Tjandra, Selasa (19/5).
Selain itu, meningkatnya zoonosis yang disebabkan oleh gangguan habitat satwa dan interaksi manusia dengan hewan menjadi perhatian serius. Tjandra juga menyoroti ancaman resistensi antimikroba yang membuat pengobatan penyakit infeksi lebih sulit, serta mobilitas manusia global yang mempercepat penyebaran penyakit.
Urbanisasi yang tidak tertata juga memperbesar risiko penyebaran penyakit. “Urbanisasi yang tidak tertata baik, misalnya ada sampah di mana-mana yang jadi sumber penyakit menular, juga menjadi faktor penting,” ujarnya. Tjandra mengusulkan lima langkah pemerintah untuk memperkuat ketahanan kesehatan melawan wabah di masa depan.
Langkah yang diusulkan termasuk prioritas kesehatan dalam pembangunan nasional, penguatan program promotif dan preventif, ketersediaan tenaga kesehatan yang memadai, penguatan surveilans ketat, dan penerapan pendekatan One Health atau Satu Kesehatan secara terpadu. “Hanya dengan kerja bersama kesehatan manusia, kesehatan hewan dan kesehatan lingkungan maka masalah penyakit menular dapat kita atasi,” tegas Tjandra.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

