ZONAUTARA.com – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang mencapai Rp 17.500 mulai berdampak pada industri otomotif nasional. Meski demikian, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) memastikan belum melakukan penyesuaian harga kendaraan. Hal ini dikemukakan oleh Marketing Director ADM, Sri Agung Handayani, saat Konferensi Pers Daihatsu Campaign 2026 di AI DSO Astra Biz Centre, BSD Tangerang, Rabu (20/5/2026).
Sri Agung Handayani menyatakan bahwa perusahaan lebih memilih melakukan efisiensi dan restrukturisasi biaya daripada langsung membebankan kenaikan kepada konsumen. “Tapi tetap ada beberapa komponen yang memang impor. Pastinya butuh penyesuaian. Namun, keberlanjutan industri ini mesti jalan. Jadi kita restructure biaya dan melakukan efisiensi di manufacturing kita,” paparnya.
Di tengah melemahnya daya beli masyarakat, ADM juga mulai merencanakan pengembangan komponen lokal untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor. “Lalu yang kedua kita ada pembahasan juga dengan total supply chain kita untuk mencari solusi dalam pengembangan lokalisasi dari beberapa komponen,” jelas Sri Agung.
Menurutnya, depresiasi rupiah berdampak luas dan bukan hanya pada Daihatsu saja, namun pada seluruh industri otomotif nasional. Hal ini kemungkinan akan memaksa industri untuk melakukan penyesuaian jika tekanan kurs dolar berlanjut.
Meskipun demikian, Daihatsu berkomitmen untuk bertindak hati-hati dalam memutuskan kenaikan harga. “Tapi apa yang akan dilakukan Daihatsu akan dilakukan dengan sangat hati-hati dan prudent,” ujarnya menegaskan bahwa harga mobil Daihatsu belum mengalami kenaikan hingga saat ini.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

