ZONAUTARA.com – Pemerintah Indonesia menetapkan target nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) untuk tahun anggaran 2027. Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya strategi fiskal dan moneter yang mampu menjaga stabilitas nilai tukar dalam paparannya di Rapat Paripurna DPR RI, Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menjelaskan bahwa target asumsi makro ini ditetapkan di tengah tekanan berat pada mata uang domestik, yang sempat mencapai rekor terlemah di level Rp17.706 per dolar AS pada pertengahan Mei 2026. Pemerintah juga berharap inflasi dapat dikendalikan antara 1,5 hingga 3,5 persen sebagai langkah menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas rupiah.
Selain itu, aspek makro ekonomi lainnya yang menjadi perhatian adalah target suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) dengan tenor 10 tahun, yang diharapkan bergerak pada rentang 6,5 hingga 7,3 persen. Dari sisi anggaran, defisit APBN 2027 dirancang berada di rentang 1,80 hingga 2,40 persen dari PDB, sebagai upaya pemerintah memperkecil defisit anggaran atas realisasi defisit APBN 2025 yang mencapai 2,92 persen.
Pemerintah juga menyusun kebijakan belanja negara pada kisaran 13,62 hingga 14,80 persen dari PDB, sementara pendapatan negara ditargetkan mencapai 11,82 hingga 12,40 persen dari PDB. Dengan pengelolaan fiskal ini, diproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional dapat mencapai 5,8 hingga 6,5 persen pada tahun 2027, dengan target jangka panjang mencapai 8 persen pada 2029.
Prabowo juga menyoroti stabilitas di sektor komoditas energi yang ditopang oleh harga minyak mentah Indonesia pada kisaran 70 hingga 95 dolar AS per barel, serta target lifting minyak bumi 602 hingga 615 ribu barel per hari, dan lifting gas 934 hingga 977 ribu barel setara minyak bumi per hari. Kebijakan stabilitas ini diharapkan dapat menekan angka kemiskinan ke rentang 6,0 hingga 6,5 persen dan menurunkan tingkat pengangguran terbuka ke kisaran 4,30 hingga 4,87 persen.
Diolah dari laporan Tirto.id.

