ZONAUTARA.com – Rusia mengerahkan hulu ledak nuklir ke sistem peluncur rudal bergerak Iskander-M dalam latihan militer besar-besaran bersama Belarusia, Rabu (20/5/2026). Latihan ini melibatkan simulasi kesiapan tempur tertinggi penggunaan senjata nuklir, seperti ditunjukkan dalam video yang dirilis Kementerian Pertahanan Rusia.
Kementerian Pertahanan Rusia menyebut latihan yang berlangsung selama tiga hari ini melibatkan sekitar 64.000 personel militer, lebih dari 200 peluncur rudal, 140 pesawat tempur, 73 kapal permukaan, dan 13 kapal selam. Latihan tersebut juga mencakup prosedur peluncuran senjata nuklir taktis di Belarusia.
Pelaksanaan latihan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Moskow dan Barat terkait perang di Ukraina. Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov, memperingatkan risiko bentrokan langsung antara Rusia dan NATO semakin meningkat dan menyatakan bahwa konsekuensi dari konflik semacam itu bisa menjadi sangat buruk.
Rekaman latihan memperlihatkan konvoi pasukan nuklir Rusia bergerak melalui kawasan hutan lebat dengan menyamarkan kendaraan mereka sebelum mengangkat tabung peluncur ke posisi tembak. Sistem rudal Iskander-M, yang dikenal sebagai “SS-26 Stone” oleh NATO, memiliki jangkauan hingga 500 kilometer dan dapat membawa hulu ledak konvensional maupun nuklir.
Sejak dimulainya perang di Ukraina, Presiden Rusia Vladimir Putin telah beberapa kali mengingatkan Barat atas kekuatan nuklir negaranya untuk mengingatkan agar tidak meningkatkan dukungan terhadap Kyiv. Institut Studi Perang (ISW) yang berbasis di Amerika Serikat menilai latihan terbaru Rusia bertujuan memperkuat tekanan psikologis terhadap NATO sekaligus menutupi kesulitan Moskow dalam melanjutkan perang di Ukraina.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

