ZONAUTARA.com – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan kronologi sementara kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April. Kejadian bermula saat KRL Commuter Line bernomor KA 5568A relasi Kampung Bandan-Cikarang tiba di Stasiun Bekasi lebih awal satu menit pada pukul 20.34 WIB.
Selanjutnya, KA 116B Sawunggalih relasi Pasar Senen-Kutoarjo tiba pukul 20.35 WIB, terlambat lima menit. Setelah menaikkan dan menurunkan penumpang selama dua menit, KA Sawunggalih diberangkatkan kembali pada 20.37 WIB, masih dengan keterlambatan lima menit, menurut keterangan Dudy saat bertemu wartawan, Kamis (21/5/2026).
Pada pukul 20.48 WIB, sebuah taksi mogok di perlintasan sebidang jalan Ampera, bersamaan dengan kejadian tumbukan antara KRL Commuter Line KA 5181B relasi Cikarang-Angke dan taksi tersebut. “Jalur arah Jakarta berhenti total memicu kerumunan massa di lokasi perlintasan,” jelas Dudy. KRL KA 5568A, yang berangkat pada 20.45 WIB, mengalami keterlambatan dan tiba di Bekasi Timur pukul 20.49 WIB.
KA 5568A sempat berangkat lagi tetapi berhenti di depan kerumunan orang. Pada pukul 20.51 WIB, KA Argo Bromo Anggrek melintas langsung di Stasiun Bekasi dengan kecepatan 108 km/jam, lebih awal tiga menit dari jadwal. “Pada pukul 20.52 WIB, terjadi tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL 5568A di Stasiun Bekasi,” kata Dudy.
Dudy menjelaskan bahwa keterangan tersebut hanyalah kronologi sementara dan hasil final investigasi akan diumumkan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). “Berdasarkan data logger, KNKT yang akan memberikan kesimpulan,” tegasnya.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

