ZONAUTARA.com – Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono menyerukan agar perusahaan mengutamakan Corporate Social Responsibility (CSR) yang berfokus pada pemberdayaan sosial. Menurutnya, CSR yang dilakukan perusahaan seharusnya berperan strategi dalam pengentasan kemiskinan struktural. Dengan demikian, CSR tidak lagi dipandang hanya sebagai kewajiban administratif atau kegiatan karitatif sesaat, melainkan menjadi bagian dari strategi pembangunan nasional yang berdampak nyata bagi masyarakat. “Kementerian Sosial terus mendorong perubahan paradigma CSR dan TJSL dari pendekatan charity menjadi community development,” ujar Agus Jabo, Kamis (21/5/2026), dalam acara CSR Summit 2026 di Jakarta.
Agus Jabo mengajak para pimpinan perusahaan, BUMN, dunia usaha, dan filantropi untuk berkolaborasi dan bersinergi dalam pengentasan kemiskinan dengan pendekatan pemberdayaan. “Ini yang menjadi PR bersama dan forum CSR ini menjadi penting, karena kita harus berkolaborasi, harus bersinergi. Kembali ke belakang, menoleh ke belakang ternyata masih banyak saudara-saudara kita yang belum hidup sejahtera,” tambahnya.
Agus Jabo menekankan adanya regulasi kuat yang mendukung implementasi CSR, yaitu Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan Peraturan Menteri Sosial Nomor 9 Tahun 2020 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan Usaha. Prioritas CSR adalah kesejahteraan sosial yang ditujukan kepada kelompok rentan, seperti anak, penyandang disabilitas, lansia terlantar, perempuan rentan, korban bencana, dan masyarakat miskin.
Pada acara yang sama, Founder dan CEO The Iconomics, Bram S. Putro menekankan pentingnya mengubah pandangan terhadap CSR. “Dan forum hari ini penting, untuk memiliki pandangan yang sama untuk CSR ini. Pandangan harus berbeda dari fragmented ke kolaboratif, dari simbolik menjadi strategis, dari program jangka pendek menjadi jangka panjang,” tuturnya. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Pemimpin Redaksi The Iconomics Arif Hatta dan Direktur Riset The Iconomics Alex Mulya, serta para pimpinan perusahaan lainnya.
Agus Jabo berharap CSR di Indonesia dapat menjadi simbol kekuatan sosial untuk mempercepat pengentasan kemiskinan, membuka akses usaha, dan memperkuat pemberdayaan menuju masyarakat yang mandiri dan produktif. “Kami juga mengajak dunia usaha untuk terus memperkuat sinergi bersama pemerintah, perguruan tinggi, komunitas, dan filantropi dalam membangun model pembangunan sosial yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Diolah dari laporan Detik.

