Perang Iran-AS Hari Ke-83 Diwarnai Ancaman dan Ketegangan

Perang Iran, AS, dan Israel memasuki hari ke-83 dengan ancaman meski ada negosiasi perdamaian.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: Tirto.id

ZONAUTARA.com – Perang antara Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel telah mencapai hari ke-83 pada Kamis (21/5/2026). Meski negosiasi perdamaian tengah berlangsung, retorika bermuatan ancaman masih mengemuka dari kedua belah pihak. Washington memperingatkan siap mengambil tindakan militer jika negosiasi gagal, sementara Teheran menuduh AS berusaha memicu konflik baru.

Wakil Kepala Staf Gedung Putih Stephen Miller mengingatkan Iran bahwa mereka harus menyetujui proposal perdamaian dari AS atau bersiap menghadapi konsekuensi militer yang “belum pernah terjadi dalam sejarah modern.” Peringatan ini disampaiakan Miller dalam wawancara dengan Fox News, menyebut keputusan ini sebagai yang terpenting bagi kepemimpinan Iran saat ini.

Pada sisi lain, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menuduh Amerika Serikat sedang berupaya menyulut pertempuran baru dengan memaksakan tuntutan perdamaiannya. “Gerakan musuh, baik terang-terangan maupun rahasia, menunjukkan bahwa meskipun ada tekanan ekonomi dan politik, mereka tidak meninggalkan tujuan militernya dan berusaha memulai perang baru,” ujar Ghalibaf.

Presiden AS Donald Trump sempat menunda rencana serangan ke Iran pada Rabu (20/5). Trump’s comments, stating that negotiations have reached a “crossroad,” suggest the possibility of either achieving an agreement or escalating conflict. Ketegangan juga meningkat antara Trump dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. CNN melaporkan bahwa Netanyahu, yang tidak puas dengan penundaan serangan, telah mendorong Trump untuk bertindak agresif.

Di tengah ketegangan ini, Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi berkunjung ke Iran untuk membantu mediasi. Meski demikian, media pemerintah Iran menyebut pembicaraan masih dirundung kebuntuan. Selain itu, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengumumkan keberhasilan koordinasi pelayaran 26 kapal di Selat Hormuz, meski belum ada kemajuan dalam isu penutupan jalur tersebut.




Diolah dari laporan Tirto.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com