ZONAUTARA.com – Kementerian Luar Negeri RI memastikan bahwa sembilan warga negara Indonesia (WNI) peserta flotilla kemanusiaan ke Jalur Gaza yang sempat ditahan di penjara Israel telah tiba di Istanbul, Turki, menjelang kepulangan ke tanah air. “Alhamdulillah, ke-9 WNI sudah mendarat di Istanbul,” ujar Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, dalam pesan singkat yang diterima pada Kamis malam.
Setibanya di Istanbul, para WNI tersebut harus menyelesaikan sejumlah prosedur sebelum dapat melanjutkan penerbangan kembali ke Indonesia. “Yang pasti akan segera dipulangkan setelah prosesnya selesai,” tambah Heni.
Kedatangan WNI di Istanbul disambut oleh Konsul Jenderal RI di Istanbul, Darianto Harsono. Melalui pernyataan video, Darianto mengabarkan bahwa para WNI dalam keadaan sehat. “Hari ini kami sudah bersama sembilan saudara kita yang bergabung dengan koalisi GSF, mereka telah bersama kami dalam kondisi sehat wal afiat,” ujar Konjen Darianto melalui video.
Selama ditahan, para WNI tersebut mengalami kekerasan fisik dari personel Zionis Israel. Mereka mengaku dipukuli, ditendang, dan disetrum. Kesembilan WNI juga telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, melalui panggilan video. Sebelumnya, Sugiono memastikan bahwa mereka telah dibebaskan dan dalam perjalanan kembali ke Indonesia. “Pemerintah Indonesia akan terus mengawal proses pemulangan ini hingga seluruh WNI bisa kembali ke tanah air dengan selamat,” ujar Sugiono.
Sugiono mengekspresikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu membebaskan para WNI, termasuk Pemerintah Turki. Seluruh relawan Global Sumud Flotilla (GSF) yang berasal dari berbagai negara juga telah dibebaskan setelah kapal-kapal mereka disergap oleh pasukan Zionis pada awal pekan ini. Saat ini, mereka tengah menjalani proses deportasi dan pemulangan ke negara masing-masing.
Diolah dari laporan Antara.

